Jumat, 30 Mei 2008

Kuasa Perkataan (Petra Makassar)

By: Pdt. Paulus Yedid Yah
(Senior Pastor Gereja Petra Makassar)



"Kemudian dari pada itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: Naiklah ke mari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini. Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang. Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya. Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di takhta-takhta itu duduk dua puluh empat tua-tua, yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka. Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah. Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang. Adapun makhluk yang pertama sama seperti singa, dan makhluk yang kedua sama seperti anak lembu, dan makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, dan makhluk yang keempat sama seperti burung nasar yang sedang terbang.Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."
Wahyu 4:1-9


Dalam ayat tersebut diatas dituliskan bahwa Allah hendak menunjukkan kepada Yohanes hal-hal yang akan terjadi. Dan untuk itu, Yohanes disuruh untuk naik lebih tinggi. Inilah yang menjadi kerinduan Allah bagi anak-anakNya, yaitu IA ingin menunjukkan kemuliaan dan kebesaranNya bagi kita. Suasana sorga dapat saja turun dalam kehidupan Anda. Dan ketika suasana sorga turun, maka segala yang mustahil menjadi mungkin. IA telah menggaransi janjiNya, yaitu “bersama dengan Tuhan, kita dapat melakukan perkara-perkara yang besar”.

Disepanjang jalan hidup kita, mujizat Tuhan akan terjadi dan kita dapat melihat kebesaran dan kemuliaanNya setiap hari. Namun mengapa masih banyak orang Kristen yang tidak mengalami kebenaran ini, bahkan bergumul sepanjang waktu dengan masalahnya dan terpuruk oleh kesusahannya? Kebanyakan orang hanya bisa bermimpi (Cuma INGIN) untuk mengalami hal-hal besar bersama Allah dan hanya sedikit yang sampai MENGALAMINYA. Mengapa? Karena mereka tidak naik lebih tinggi. Semakin tinggi Anda naik, semakin besar perkara yang Anda alami.


NAIKLAH LEBIH TINGGI
Jangan puas dengan status Anda sebagai orang Kristen, karena tidak sedikit orang Kristen yang tidak mengalami janji dalam keKristenannya. Firman Allah mengajarkan kepada kita untuk tidak berhenti pada suatu level tertentu dalam kehidupan kita, tetapi terus mengalami peningkatan. Semakin meningkat dalam iman, dalam kasih, dalam ketekunan, dalam pengetahuan akan kebenaran, dan meningkat dalam segala aspek hidup Anda. Ketika Anda telah berhenti, sebenarnya Anda telah mundur. Sebab itu alamamilah pertumbuhan rohani yang signifikan.Ketika kita berada di ketinggian, maka segala sesuatu yang berada dibawah akan nampak kecil.

Gedung-gedung besar bila dilihat dari udara akan nampak seperti kotak-kotak kecil saja. Semakin tinggi kita naik, maka nampaklah bangunan-bangunan tersebut semakin kecil. Itu bukan karena gedung tersebut semakin menyusut, tetapi karena cara pandang kita yang berbeda. Jadi apakah masalah itu besar atau kecil bukan terletak pada masalah itu sendiri tetapi dari sudut mana kita memandang masalah/kesulitan itu. Itulah sebabnya mengapa Yesus dapat berkata bahwa kuk yang dipasangNya itu ringan dan enak (Matius 11:28-30).


Sebesar apapun kesulitan yang Anda hadapi (dalam pekerjaan, keluarga atau pelayanan) akan menjadi lebih kecil ketika Anda naik ke atas, karena dari atas Anda dapat melihat jalan keluar dari permasalahan yang Anda hadapi, sehingga Anda dapat menanggungnya.2 Korintus 10:13Sebab pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan yang biasa, yang tidak melebihi melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu IA tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai, IA akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

PERBAIKI FOKUS ANDA
Ketika Yohanes memfokuskan dirinya kepada Firman Allah maka Roh Tuhan mengusainya dan ia naik lebih tinggi. Ketika Anda memfokuskan padangan kepada kelemaan dan kemustahilan, maka Anda akan terus berada dibawah. Sebab itu perbaiki focus Anda. Fokuskanlah hidup Anda kepada Firman Allah, maka ‘kemustahilan’ akan menjadi ‘mungkin’.


Beberapa kali saya dapati kehidupan orang Kristen yang dulunya melayani tetapi sekarang tidak lagi. Mereka kecewa oleh berbagai hal dan akhirnya undur dalam pelayanan. Mengapa demikian? Karena mereka memfokuskan diri kepada apa ynag menjadi keinginannya, sehingga apabila keinginan itu tidak terpenuhi maka lamat laun mereka menjadi kecewadan tawar hati. Janganlah memfokuskan pelayanan dan hidup Anda kepada manusia (diri sendiri atau orang lain) karena manusia dapat saja berubah. Atau kepada apa saja yang ada di dunia ini, karena dunia ini tidak kekal. Tetapi berfokuslah kepada Allah yang kekal dan tidak pernah berubah, maka Anda tidak akan kecewa. Sebab itu penting sekali bagi setiap kita untuk memperbaiki focus kita.


Fokuskanlah hidup Anda kepada PRIBADI Allah dan bukan kepada mujizatNya.Anda dapat melihat contoh di Alkitab dalam kisah Marta dan Maria (Lukas 10:38-42). Dikisahkan bahwa Tuhan Yesus menegur Marta yang sangat sibuk melayani tetapi tidak memfokuskan dirinya pada PRIBADI Yesus. Akhirnya Marta sampai kepada titik jenuh dan merasa bahwa ia melayani sendiri, lalu mengeluh dan tersandung oleh sikap orang lain. Marta lebih tertarik pada KEGIATAN pelayanan kepada Yesus, ketimbang HUBUNGAN intim dengan Pribadi Yesus. Samuel-pun pernah menegur Saul yang memiliki focus yang salah.


Menurut Samuel, lebih penting memperhatikan dan taat kepada Firman Tuhan ketimbang sibuk dalam kegiatan pelayanan. 1 Samuel 15:22 “Apakah Tuhan itu lebih berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelian sama seperti mendengar suara Tuhan? Sesungguhnya mendengar lebih baik daripada korban sembelian, memperhatikan lebih baik daripada lemak lembu jantan.” Ini bukan berarti bahwa kegiatan pelayanan tidak perlu. Tetapi orang yang memperhatikan dan taat pada Firman Tuhan sudah PASTI melayani tetapi orang yang melayani BELUM TENTU memperhatikan dan taat akan Firman Tuhan!


KUASA DALAM PERKATAAN
Tuhan telah meletakkan kuasa dalam perkataan kita. Kuasa untuk membangun dan merobohkan, itu terdapat dalam perkataan kita. Sebagi contoh yaitu pada bangsa Israel telah melakukan hal yang salah dengan perkataannya. Oleh karena perkataan negative yang sering diucapkan (bersungut), sebagian besar dari bangsa Israel tidak dapat menikmati kegenapan janji Allah yaitu masuk dalam tanah Kanaan. Mereka berkata: “tidak mungkin kita dapat mengalahkan musuh, tidak mungkin kita dapat merebut tanah Kanaan.”


Kata-kata TIDAK MUNGKIN inilah yang membuat mereka tidak mengalami kegenapan janji Allah.Berbeda dengan apa yang dialami oleh Petrus, murid Yesus. Karena perkataan-perkataan positif dari Gurunya, akhirnya Perus menjadi pribadi yang kuat. Yesus memperkatakan bahwa Petrus bukanlah pribadi yang lemah dan mudah diombang ambingkan seperti ilalang, namun Petrus adalah pribadi yang kuat seperti batu karang. Padahal pada saat Yesus memperkataan perkataan positif itu, pribadi Petrus masih seperti ilalang. (Matius 16:18-19)
Jadi perkataan Anda menentukan akan jadi apa Anda selanjutnya. Bila Anda ingin melihat hal-hal yang baik dan positif dalam hidup Anda, maka perkatakanlah Firman Tuhan untuk membangun diri sendiri dan orang lain.


Hindarilah mendengar dan memperkatakan perkataan-perkataan negative. Karena tidak ada yang mustahil bagi orang yang berharap pada Tuhan dan dalam setiap permasalahan selalu ada jalan keluar. Tuhan Yesus menyertai Anda.
Amin.



Bahan Khotbah yang lain Gereja Petra Makassar silahkan klik: http://www.petracenter.or.id/)

0 comments:

 
template by : uniQue  |    (c)2008 blog resmi gereja petra manado :  modified n created by;sb.susanto