Senin, 08 September 2008

Kemerdekaan Sejati


Enam puluh tiga tahun negeri kita hidup dalam kemerdekaan sebagai sebuah bangsa. Kemerdekaan yang diperjuangkan oleh para pendiri bangsa ini sungguh merupakan suatu anugerah yang patut kita syukuri.

Bangsa kita memang telah merdeka tetapi masih banyak anak bangsa yang hidup dalam belenggu. Baik belenggu kemiskinan maupun belenggu ketidakadilan. Semua belenggu itu sebetulnya akibat karena manusia tidak mau dilepaskan dari belenggu dosa.

Tuhan Yesus datang ke dunia dengan tujuan untuk memberikan kebebasan kepada umat manusia.

Galatia 5:1
“Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.”

Kata “merdeka” Yunani: “eleutheria” yang artinya bebas secara moral. Memang bangsa kita sudah enam puluh tiga tahun merdeka, tetapi masih banyak orang yang moralnya masih terbelenggu. Bahkan tidak sedikit pejabat-pejabat negara yang moralnya dibelenggu oleh dosa. Lihat di layar televisi hampir setiap hari ada kasus pejabat yang ditangkap oleh KPK karena kasus korupsi.

Malahan ada usulan dari KPK agar para pejabat yang diduga korupsi mengenakan pakaian khusus pada waktu mereka disidang. Tujuannya untuk apa? Mereka katakan agar ada efek jera secara moral. Ini merupakan hukuman secara moral agar para koruptor jera dan tidak mengulangi perbuatan yang memalukan itu. Hasilnya bagaimana? Lihat saja n a n t i karena semakin hari semakin banyak saja pejabat yang terjerat kasus korupsi. Bukan hanya pejabat eksekutif tetapi juga para anggota dewan yang terhormat yang duduk di lembaga legislatif dan yang lebih parah lagi yaitu mereka para pejabat yudikatif yang seharusnya menegakkan hukum dan keadilan justru mereka yang ditangkap karena kasus suap dsb.

Kemerdekaan menuntut kita untuk melakukan tiga hal:

1. Berdiri teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.
Galatia 5:1b
“...karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.”

Iblis berusaha untuk kembali menjajah hidup kita agar kita jauh dari kasih karunia Allah. Dengan berbagai macam cara dia berusaha untuk menaruh kuk perhambaan di tengkuk kita.

Tiga macam kuk:
•Kuk Perhambaan (kuk dosa)
Dosa akan menyebabkan seseorang hidup dalam perhambaan.

Ratapan 1:14
“ Segala pelanggaranku adalah kuk yang berat, suatu jalinan yang dibuat tangan Tuhan, yang ditaruh di atas tengkukku, sehingga melumpuhkan kekuatanku; Tuhan telah menyerahkan aku ke tangan orang-orang, yang tidak dapat kutentangi.”

Kuk perhambaan akan membuat hidup Anda terasa berat. Sebab itu singkirkan semua dosa dari dalam kehidupan Anda. Ijinkan Tuhan Yesus membebaskan Anda dari semua kuk dosa!
•Kuk Penderitaan
Kuk penderitaan ini datang apabila kita menyia-nyiakan kasih karunia Allah dalam hidup kita. Anda ingat bagaimana Esau menyia-nyiakan kasih karunia Allah?

Kejadian 27:40
Lalu Ishak, ayahnya, menjawabnya:
"Sesungguhnya tempat kediamanmu akan jauh dari tanah-tanah gemuk di bumi dan jauh dari embun dari langit di atas. Engkau akan hidup dari pedangmu dan engkau akan menjadi hamba adikmu. Tetapi akan terjadi kelak, apabila engkau berusaha sungguh-sungguh, maka engkau akan melemparkan kuk itu dari tengkukmu."

Jadi Esau mengalami banyak kesusahan dan penderitaan karena memandang rendah hak kesulungannya.

•Kuk Pelayanan
Matius 11:29
“ Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."

Kata “kuk” disini Yunani: ”zugos” artinya bergandengan seperti sepasang suami isteri. Jadi, setiap kita diberikan kuk pelayanan oleh Tuhan agar kita melayani dengan kesatuan seperti dua ekor lembu yang siap membajak.

KUK Besi
Bangsa Israel dikenakan kuk besi yang berat di tengkuk mereka karena mereka tidak melayani dengan segenap hati. Mereka melayani tetapi hatinya terpaksa.

Ulangan 28:47
"Karena engkau tidak mau menjadi hamba kepada TUHAN, Allahmu, dengan sukacita dan gembira hati walaupun kelimpahan akan segala-galanya, maka dengan menanggung lapar dan haus, dengan telanjang dan kekurangan akan segala-galanya engkau akan menjadi hamba kepada musuh yang akan disuruh TUHAN melawan engkau. Ia akan membebankan kuk besi ke atas tengkukmu, sampai engkau dipunahkan-Nya.”

Pertanyaannya bukan apakah Anda masih melayani tetapi apakah Anda melayani dengan segenap hati dan dengan sukacita? Beban yang Tuhan berikan akan menjadi ringan apabila Anda lakukan dengan sukacita. 2. Saling melayani dalam kasih
Galatia 5:13
“ Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.”

Setelah kita dipanggil untuk dimerdekakan maka kita harus melayani satu dengan yang lain sebagai keluarga Allah di dalam kasih. Tuhan menghendaki kita saling melayani bukan saling melemahkan atau saling menjatuhkan.

3. Hidup sebagai Hamba Allah
I Petrus 2:16
“ Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.”

Hal ketiga yang perlu kita lakukan setelah kita dimerdekakan yaitu kita harus hidup sebagai hamba Allah.

Apa yang dituntut dari seorang hamba Allah?
•Hidup dalam Pengudusan
Roma 6:22
“ Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal.”

•Takut akan TUHAN
Maleakhi 1:6
Seorang anak menghormati bapanya dan seorang hamba menghormati tuannya. Jika Aku ini bapa, di manakah hormat yang kepada-Ku itu? Jika Aku ini tuan, di manakah takut yang kepada-Ku itu? firman TUHAN semesta alam kepada kamu, hai para imam yang menghina nama-Ku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menghina nama-Mu?"

Setiap orang yang telah ditebus oleh darah Yesus adalah hamba Tuhan. Sebagai seorang hamba maka kita harus takut akan Tuhan (Tuan) kita.

Akhirnya, pertahankan kemerdekaan yang telah Tuhan berikan, berapapun harganya.
Amin.

0 comments:

 
template by : uniQue  |    (c)2008 blog resmi gereja petra manado :  modified n created by;sb.susanto