“ Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!”
Roma 12:12
Salah satu hal yang terpenting dalam hidup kekristenan kita adalah doa. Tetapi yang menjadi pertanyaan bukan apakah kita masih berdoa melainkan apakah kita bertekun dalam doa. Banyak orang kristen yang berdoa tetapi sedikit yang mau bertekun dalam doa.
Dalam Lukas 18 TUHAN Yesus menegaskan bahwa doa itu merupakan suatu keharusan dan mesti dilakukan dengan tidak jemu-jemu (tekun). Seringkali kita baru berdoa satu minggu atau satu bulan sudah bosan. Makanya tidak heran kalau kita tidak menerima apa yang kita minta kepada TUHAN, kita tidak menemukan apa yang kita cari dalam doa dan juga pintu tidak dibukakan saat kita kita mengetok.
Ada dua syarat dalam perumpamaan yang diberikan oleh TUHAN Yesus dalam Lukas 18:1-8 supaya doa-doa kita dikabulkan. Yang pertama kita harus berdoa dengan tekun (ayat 1) dan yang kedua kita harus berdoa dengan iman (ayat 8). Jika kita sudah tekun dalam doa tetapi tidak disertai dengan iman maka doa-doa kita akan kandas di tengah jalan. Begitu juga kalau kita berdoa dengan iman tetapi tidak disertai dengan ketekunan maka bisa saja kita tidak jadi menerima apa yang telah kita minta.
Mengapa kita harus berdoa dengan tidak jemu-jemu? Seberapa pentingkah manfaat doa itu dalam hidup kita? Apa akibatnya apabila kita tidak berdoa ?
KUNCI KEKUATAN ROHANI
“ Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”
Lukas 21:36
Pada zaman akhir ini supaya kita kuat menghadapi godaan (pesta pora, kemabukan dan keinginan duniawi) kita harus tekun dalam doa. Bahkan Injil Markus 14:38 menuliskan supaya kita tidak jatuh ke dalam pencobaan kita harus berdoa! Jadi sebelum pencobaan datang kita harus lebih dulu berdoa supaya kita kuat dan tidak jatuh saat berada dalam pencobaan. Karena itu berdoalah dengan tekun mulai dari sekarang jangan tunggu pencobaan datang baru berdoa.
Kekuatan rohani kita tidak ditentukan dari berapa banyak jam kita habiskan dalam pelayanan tetapi ditentukan dari berapa banyak jam kita habiskan dalam menanti-nantikan TUHAN (Yes 40:31). Dimana menantikan TUHAN? Dalam doa!
KUNCI KEMENANGAN
Keluaran 17:8-15
Ingat, hidup kekristenan bukanlah sebuah permainan tetapi peperangan. Dan salah satu cara untuk bisa menang dalam peperangan adalah melalui doa.
Suatu ketika orang Israel berhadapan dengan orang Amalek dalam satu pertempuran yang sengit di Rafidim (Kel 17:8-15).
Dalam ayat 13 dikatakan Yosua berhasil mengalahkan Amalek dengan mata pedang. Tetapi sesungguhnya kemenangan mereka tidak ditentukan dengan mata pedang tetapi karena doa Musa di atas puncak bukit.
“ Dan terjadilah , apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek.”
Kel 17:11
Dari ayat ini kita tahu bahwa kemenangan Yosua tidak ditentukan dengan mata pedangnya tetapi ditentukan dengan doa Musa di atas puncak bukit. Ketika Musa mengangkat tangan pedang Yosua menjadi tajam dan berhasil mengalahkan musuh tetapi jika Musa turun tangan pedang Yosua menjadi tumpul dan dia gagal dalam peperangan!
Demikian juga kemenangan kita tidak ditentukan dari keahlian / talenta yang kita miliki tetapi ditentukan oleh doa dan penyerahan diri kita kepada Allah. Keahlian dan talenta kita akan tumpul jika kita tidak hidup dalam doa dan penyerahan diri kepada Allah.
KUNCI PERTUMBUHAN JEMAAT
Kis 2:41-47
Yang menyebabkan pertumbuhan gereja/jemaat bukanlah programnya yang mantap atau liturginya yang rapi. Juga tidak ditentukan dari musiknya yang canggih dengan penyanyi dan musisi yang handal. Tetapi ditentukan oleh doa-doa yang naik seperti asap dupa yang berbau harum dari gereja yang bersangkutan.
Jemaat mula-mula bertumbuh dengan luar biasa karena mereka tekun dalam doa. Dalam waktu yang singkat gereja mula-mula melahirkan petobat-petobat yang baru bahkan jumlah orang percaya terus bertambah dari waktu ke waktu. Mengapa hal itu bisa terjadi? Ya, itu terjadi karena mereka tekun dalam doa !
Gereja yang tidak berdoa akan menjadi gereja yang mandul. Tidak bisa melahirkan petobat-petobat yang baru. Tetapi gereja yang tekun dalam doa akan mematahkan roh kemandulan itu.
Apa yang menyebabkan Hanna yang mandul itu bisa melahirkan anak? Jawabannya hanya satu, ketekunannya dalam doa dari tahun ke tahun (I Sam 1:1-28). Karena tekun dalam doa akhirnya Hanna melahirkan Samuel yang kemudian menjadi berkat bagi seluruh bangsa Israel.
Mari kita berdoa supaya kita menjadi gereja yang melahirkan jiwa-jiwa. Gereja yang yang menjadi berkat bagi keluarga, kota dan bangsa. Patahkanlah roh kemandulan itu dengan doa-doa Anda !
Ingat : DOA merupakan Kunci Kekuatan, Kemenangan dan Pertumbuhan.
Kamis, 11 September 2008
Mengapa Harus Berdoa?
Posted by
SB. Susanto
at
10:58
Labels: Khotbah Gembala
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)


0 comments:
Poskan Komentar