Kesusahan datang tanpa memandang status sosial, kaya atau miskin. Kesusahan datang tanpa memandang jabatan atau kedudukan seseorang. Tuhan bisa pakai kesusahan untuk membuat kita semakin mengenal siapa DIA.
Seringkali Tuhan pakai kesusahan atau penderitaan sebagai sarana untuk kita semakin mengenal jalan-jalan-Nya.
Pilihan ada pada kita, “Apakah kesusahan yang kita alami membuat kita lebih mendekat dan mengenal Tuhan serta mengerti kehendak Tuhan ataukah semakin membuat kita jauh dari Tuhan?”
Ingat, kesusahan akan datang pada setiap manusia. Semua orang akan mengalami kesusahan meskipun jenis kesusahannya berbeda-beda.
I Petrus 5:9
“Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.”
Suatu saat kita akan mengalami kesulitan atau penderitaan karena salah satu karunia yang Tuhan berikan kepada setiap murid-Nya yaitu karunia untuk menderita.
Filipi 1:29
“ Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia.”
Jadi, setiap pengikut Tuhan akan menerima karunia untuk menderita. Apa gunanya? Bukan supaya kita selamat, karena untuk selamat, Yesus yang menderita bagi kita. Penderitaan yang kita alami tujuannya agar kita memperoleh mahkota dan kemuliaan dari Tuhan. Anda tidak akan pernah memperoleh kemuliaan jika Anda menolak kesusahan dan penderitaan.
Nah, sekarang bagaimana cara mengatasi kesusahan?
1. Kita dibentuk melalui kesusahan.
“ Kamu sendiri tahu, bahwa kita ditentukan untuk itu...”
Jadi, Anda dan saya ditentukan untuk mengalami kesusahan. Bahkan dunia tempat kita hidup ini merupakan tempat kesusahan (Yohanes 16:33). Kesadaran kita akan kebenaran ini akan menolong kita untuk dapat mengatasi kesusahan dalam hidup kita.
Tuhan ijinkan kesusahan datang bukan tanpa maksud. Selalu ada tujuan dari Tuhan setiap kali kita mengalami kesusahan.
Kata “ditentukan” Yunani: “keimai” yang artinya: dibuat atau dibentuk. Itu berarti lewat kesusahan kita sedang dibentuk oleh Tuhan. Dia membentuk karakter Ilahi dalam diri kita melalui kesusahan.
Kesusahan itu Karunia!
I Petrus 2:19
“Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.”
Suatu saat Tuhan akan ijinkan kita menderita karena Tuhan sedang membentuk karakter-Nya di dalam diri kita. Contoh yang baik mengenai kesusahan adalah Ayub. Dia mengalami kesusahan yang hebat dalam hidupnya. Dia menderita bukan karena kesalahannya melainkan karena Tuhan bermaksud memberikan karakter-Nya di dalam diri Ayub.
Karakter apa yang Tuhan mau berikan? Karakter kesabaran dan ketekunan.
Kesusahan karena Kesalahan!
I Petrus 2:20
“Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa?”
Lukas 15:11-23 mencatat ada seorang anak bungsu yang mengalami kesusahan dalam hidupnya karena kesalahannya sendiri.
Dikisahkan, ia menuntut apa yang menjadi haknya kepada ayahnya. Setelah memperoleh harta warisan, ia pergi ke tempat yang jauh dari rumah ayahnya dan dia habiskan seluruh hartanya. Lantas ia jatuh melarat dan susah hidupnya.
Apa kesalahan anak bungsu ini sampai hidupnya mengalami kesusahan?
Menuntut hak dan meninggalkan rumah bapanya. Setelah jauh dari rumah bapanya, ia mengalami kesusahan (Luk 15:14-16).
Menuntut hak merupakan awal kejatuhan dari anak bungsu ini. Jika Anda selalu menuntut hak, hati-hati, itulah awal dari sebuah bencana.
Sebaliknya, pemulihan terjadi setelah Yesus menyerahkan hak-Nya sebagai Anak Allah. Dia tidak mempertahankan kesetaraan-Nya dengan Allah sebagai hak milik-Nya (Fil 2:6).
Mari kita belajar menyerahkan hak kita seperti yang dicontohkan oleh Tuhan Yesus agar kita bebas dari rasa sakit hati dan amarah. Kenapa banyak orang yang mudah tersinggung dan tersandung ketika tidak memperoleh penghargaan dari orang lain?
Seseorang gampang tersinggung karena belum menyerahkan haknya kepada Tuhan. Saya mau beritahu Anda, orang mau hargai atau tidak mau hargai, kita tetap berharga di mata Tuhan.
Seperti selembar uang lima puluh ribu yang kita remas-remas, kita buang ke tanah lalu kita injak-injak, nilainya tidak berkurang. Begitu pula dengan hidup kita. Perkataan dan perlakuan orang terhadap kita tidak mengurangi nilai kita di mata Tuhan.
2. Berdoa dengan Kesungguhan
I Tesalonika 3:10
”Siang malam kami berdoa sungguh-sungguh, supaya kita bertemu muka dengan muka dan menambahkan apa yang masih kurang pada imanmu.”
Cara kedua untuk mengatasi kesusahan yaitu dengan berdoa sungguh-sungguh. Kesungguhan dalam doa seringkali kita tunjukkan dengan cara berlutut bahkan tersungkur. Nah, iblis tidak akan bisa menjatuhkan orang yang suka berlutut apalagi tersungkur atau tiarap.
Dalam peperangan, tentara yang berdiri kemungkinan tertembak lebih besar dari pada tentara yang tiarap.
Apa yang menjadi kesusahan Anda saat ini? Berdoalah dengan kesungguhan hati Anda, maka Allah akan memberikan jalan keluar.
3. Berpuasa dengan Benar
Yoel 2:12
"Tetapi sekarang juga," demikianlah firman TUHAN, "berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh.
Ada masalah-masalah yang tidak bisa kita atasi hanya dengan doa, perlu kita hadapi dengan puasa seperti pada jaman nabi Yoel. Mereka mengalami kesusahan. Persediaan makanan mereka sudah habis, tabungan (lumbung-lumbung) mereka kosong. Keadaan yang sulit itu mereka hadapi dengan puasa sehingga Tuhan kembali memberkati mereka (Yoel 2:14).
Kata “puasa”, Ibrani:”tsoom” artinya: tutup mulut. Yunani: “nesteuo” artinya: tidak bersuara. Kesimpulannya, puasa itu bukan hanya menahan lapar dan haus secara jasmani tetapi juga menahan mulut kita dari kejahatan. Melatih mulut kita untuk tidak berdusta dan tidak berbuat dosa.
Kebenaran ini akan sangat menolong Anda untuk bisa mengatasi setiap kesusahan yang datang apabila Anda dengan sungguh-sungguh melakukannya. Ingat, ketaatan kita akan mendatangkan berkat dalam hidup Anda dan saya. Amin.
Sabtu, 20 September 2008
Tiga Langkah Mengatasi Kesusahan
Posted by
SB. Susanto
at
06:48
Labels: Khotbah Gembala
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)


0 comments:
Poskan Komentar