Senin, 08 September 2008

Tujuan Pencobaan

Bacaan : I Korintus 10:11-13
“ Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.”
I Korintus 10:13

Apa yang dituliskan sebagai contoh dan peringatan bagi kita? Untuk mengetahui hal itu Anda perlu membaca I Korintus 10:1-10. Di sana Anda akan menemukan 6 macam penghalang untuk bisa masuk ke tanah Perjanjian. Enam penghalang itu adalah: Keinginan yang jahat – Penyembahan berhala – Pesta pora – Percabulan – mencobai Tuhan – Bersungut-sungut. Ke enam hal ini menjadi penyebab sebagian besar bangsa Israel tidak bisa masuk ke tanah Perjanjian.

Hati-hati!
Tanah perjanjian menggambarkan suatu tempat di mana janji-janji Allah digenapi dalam kehidupan kita. Baik dalam pribadi maupun keluarga, pekerjaan maupun pelayanan kita. Tetapi I Korintus 10:12 mengingatkan kepada kita untuk berhati-hati agar tidak jatuh ke dalam kesalahan yang sama yang seperti bangsa Israel telah lakukan.

Iblis memang sudah kalah, tetapi kita harus berhati-hati, karena jerat dan jebakan yang telah dipasang oleh iblis masih banyak bertebaran di sekeliling kita, ibarat sisa-sisa ranjau yang terpasang di medan peperangan. Anda tentu pernah mendengar bahkan melihat berita-berita di media massa yang mengisahkan tentang orang-orang yang tewas mengenaskan karena menginjak ranjau sisa perang dunia ke II. Untuk itu, hati-hatilah Anda melangkah di tahun 2003 ini, jangan sampai Anda terkena ranjau setan. Ke 6 hal di atas merupakan ranjau yang berbahaya.

Pencobaan
Saat ini kita sudah berada di tahun 2003. Kita tidak tahu tantangan dan pencobaan apa yang sedang menghadang langkah kita. Tetapi satu hal kita tahu bahwa pencobaan itu bukan pencobaan yang luar biasa melainkan pencobaan yang biasa (I Korintus 10:13).

Apa tujuan Tuhan mengijinkan kita masuk ke dalam pencobaan?

Untuk Menunjukkan Siapa Kita Yang Sebenarnya
“ …dan mencobai engkau untuk mengetahui apa
yang ada dalam hatimu…”
Ulangan 8:2
Tuhan mengijinkan bangsa Israel mengalami pencobaan di padang gurun dengan tujuan untuk mengetahui dan mengungkapkan apa yang ada di dalam hati mereka. Pencobaan Tuhan pakai untuk menunjukkan siapa mereka. Waktu mereka lapar, bagaimana reaksi mereka? Waktu mereka haus, bagaimana reaksi mereka? Nah, reaksi mereka pada waktu mereka dicobai, itulah mereka yang sesungguhnya. Ternyata mereka tukang bersungut dan tukang bertengkar . Silahkan baca: Kel 17:1-7, Bil 11:4.

Demikian pula dengan kita. Pencobaan yang kita alami Tuhan pakai untuk menunjukkan siapa kita yang sebenarnya. Reaksi kita pada waktu kita dicobai, itulah kita. Keaslian seseorang nampak pada saat orang itu masuk ke dalam pencobaan. Saudara tidak bisa melihat keaslian saya pada saat saya ada di mimbar. Tetapi keaslian saya nampak pada saat saya sedang dicobai. Keaslian saya kelihatan pada saat saya dicaci maki, dituduh atau difitnah orang. Reaksi saya bagaimana? Reaksi saya, itulah saya. Saya balas memaki atau saya berdiam diri, itulah saya.

Untuk Mendidik dan Mengajar Kita
“...bahwa TUHAN, Allahmu, mengajari engkau seperti seseorang mengajari anaknya...”
Ulangan 8:5b
Tujuan berikutnya dari pencobaan adalah untuk mendidik dan mengajar kita. Ulangan 32:11 menuliskan, seperti induk rajawali mengajari anak-anaknya untuk terbang, demikian pula Tuhan mengajari kita agar menjadi orang-orang yang dewasa di dalam Dia. Pertama, induk rajawali itu menggoyang-bangkitkan isi sarangnya. Untuk apa? Supaya anak rajawali itu keluar dari rasa nyaman di dalam sarang. Ketika anak rajawali itu hendak jatuh ke tanah, induknya langsung menampung dengan sayapnya yang kokoh. Demikian ulang berulang dia melatih anaknya untuk terbang. Ngeri memang bagi anak rajawali, tetapi itulah cara satu-satunya agar dia bisa terbang seperti induknya.

Pencobaan mengajar dan melatih kita agar kita bertumbuh menjadi dewasa. Dewasa dalam hal apa?

Dewasa dalam IMAN
Kapan Tuhan mendewasakan iman kita? Pada saat kita mengalami krisis. Iman kita akan bertumbuh menjadi dewasa pada saat kita berhadapan dengan kemustahilan. Iman kita akan bertumbuh pada saat kita menghadapi tantangan yang lebih besar serta kebutuhan yang lebih besar.

Dewasa Dalam PENGHARAPAN
Tuhan akan mendewasakan pengharapan kita pada saat kita sedang putus asa. Tuhan akan mengijinkan orang-orang yang berjanji akan menolong Anda, mereka tidak menepati janjinya, supaya anda tidak berharap kepada manusia, melainkan supaya Anda berharap penuh kepada Tuhan.

Dewasa dalam KASIH
Jika ada orang membenci Anda, itulah saatnya Anda bertumbuh di dalam kasih. Kasih Anda tidak akan menjadi dewasa jika Anda hanya mengasihi orang yang mengasihi Anda. Tetapi kasih anda akan menjadi dewasa apabila Anda bisa mengasihi orang-orang yang memusuhi dan membenci Anda.

Untuk Memurnikan dan Menyucikan kita
“ Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak...”
Maleakhi 3:3

Tujuan ketiga dari pencobaan adalah untuk menyucikan dan memurnikan. Tuhan mau melalui pencobaan, hati kita disucikan dan motivasi kita dalam melayani Dia dimurnikan. Kita ikut Tuhan dan melayani Tuhan karena berkat atau karena mengasihi Dia?

Cara Tuhan membersihkan Musa dari cara dan hikmat yang lama, yaitu melalui padang gurun (40 tahun di Midian). Kesombongannya karena merasa diri mampu dengan kekuatan Mesir, dan ketidaksabarannya dibersihkan oleh Tuhan di padang gurun Midian. Demikian pula jika kita masih menggunakan cara-cara yang lama, hikmat yang lama, maka Tuhan akan membersihkan semua yang lama itu melalui pencobaan.

Tuhan Memberikan Jalan Keluar
Tuhan berjanji bahwa pencobaan yang kita alami tidak akan melebihi kekuatan kita. Seorang bapak pasti tahu kemampuan anaknya yang berumur 2 tahun. Tidak mungkin disuruh untuk memikul semen 1 sak. Begitu pula dengan Bapa di sorga, Dia tidak akan memberikan beban atau pencobaan yang melebihi kekuatan kita. Bahkan Dia akan memberikan jalan keluar bagi kita, sebab Dia setia. Tuhan tidak mengenal jalan buntu. Di dalam Dia selalu ada jalan keluar. Amien.

0 comments:

 
template by : uniQue  |    (c)2008 blog resmi gereja petra manado :  modified n created by;sb.susanto