" Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya, kata-Nya: "Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu…”
Lukas 19:41-44
Ada satu akibat yang tidak mengenakkan bagi kita bahkan itu bisa tragis kita alami yaitu kalau kita mengabaikan lawatan Tuhan. Dalam ayat ke 41 pada waktu Yesus mulai melihat kota Yerusalem yang pertama Dia lakukan adalah menangis. Yesus menangisi Yerusalem.
Apa yang terjadi atas kota Yerusalem sehingga Yesus menangisinya? Pada waktu Yesus memasuki Yerusalem, mereka memberikan fasilitas dan penghormatan dengan cara diberikannya Yesus keledai untuk dipakai oleh Yesus dan mereka menghamparkan baju mereka di tengah Jalan sambil mereka memberikan pengagungan kepada Yesus (Lukas 19:36-38).
Mengapa Yesus menangisi kota Yerusalem? Bukankah orang-orang di Yerusalem sudah memuji Tuhan? Bukankah mereka sudah menyambut Yesus dengan memberikan fasilitas dan penghormatan?.
Ada dua hal yang membuat Tuhan Yesus menangisi Yerusalem yaitu:
1.Mereka membiarkan bait Allah menjadi sarang penyamun.
Lukas 19:45
“Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ,”
Dikatakan kalau Tuhan mengusir orang-orang yang ada di bait Allah, mengapa Tuhan mengusir mereka? Karena bait Allah di Yerusalem yang seharusnya menjadi rumah doa sudah berubah fungsi menjadi sarang penyamun. Rumah doa sudah berubah menjadi rumah dosa dan inilah yang membuat Tuhan Yesus menangis.
2.Mereka tidak mengerti apa sesungguhnya yang perlu untuk damai sejahtera.
Lukas 19:42
“kata-Nya: "Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu.”
Hal kedua yang membuat Tuhan Yesus menangis yaitu karena orang-orang di Yerusalem tidak mengerti apa yang perlu untuk damai sejahtera mereka. Mereka berpikir yang penting mereka sudah rajin beribadah bahkan dengan bangganya mereka dapat mengatakan kalau mareka itu keturunan dari Abraham. Mereka tidak mengerti pada saat di mana Tuhan melawat mereka.
Tidak cukup kita hanya sekedar memberikan fasilitas dan penghormatan kepada Tuhan dengan cara kita mengangkat tangan di hadapan Dia. Karena banyak orang kristen kalau di gereja mereka dapat memuji Tuhan tetapi kalau di rumah mereka mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas, mereka berbicara kotor, mereka menyalibkan Tuhan dengan perbuatan yang jahat.
Nah sekarang kita akan melihat apa yang bisa mendatangkan damai sejahtera untuk kita. Damai sejahtera untuk pelayanan kita, damai sejahtera untuk kota kita, damai sejahtera untuk rumah tangga kita, damai sejahtera untuk pekerjaan dan bisnis kita.
1.BERDAMAI dengan ALLAH.
Efesus 2:14-17
”Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan... dan untuk memperdamaikan keduanya...Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang "jauh" dan damai sejahtera kepada mereka yang "dekat",
Jadi hal pertama untuk orang-orang Yerusalem supaya ada damai sejahtera adalah mereka harus berdamai dengan Allah. Orang Yerusalem berseteru dengan Allah, mereka menolak Yesus. Seperti halnya Adam dan Hawa, akibat dosa membuat mereka berseteru dengan Allah, mereka menyembunyikan dosa dan mereka tidak mau berdamai dengan Allah.
Begitu juga kalau kita mau ada damai sejahtera dalam hidup kita, maka yang harus kita perhatikan adalah kita harus berdami dengan Allah terlebih dahulu. Tidak sedikit kita menemukan orang-orang kristen di sekitar kita, mereka tidak mau berdamai dengan Tuhan. Kelihatannya mereka rajin ke gereja, tetapi kenyataannya hidup mereka tidak ada perdamaian dengan Tuhan.
Kalau Anda mau hidup dalam kasih karunia maka Anda harus ada perdamaian dengan Tuhan. Dia sudah memberikan fasilitas untuk Anda yaitu memberikan nyawa-Nya dengan cara mati di atas kayu salib untuk menghapus dosa, Dia membuka jalan perdamaian untuk Anda (Ibrani 10:19-20).
2.HIDUP dalam KEBENARAN.
Yesaya 32:17
”Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.”
Apa itu kebenaran? Kebenaran adalah firman Tuhan (Yohanes 17:17). Setelah kita berdamai dengan Tuhan hal kedua yang perlu untuk damai sejahtera adalah kita harus hidup di dalam kebenaran atau dengan kata lain kita harus hidup di dalam firmanNya. Hidup kita harus penuh dengan firman Allah (Yohanes 16:33).
Kekayaan Anda tidak dapat membuat Anda penuh dengan damai sejahtera kalau Anda sendiri belum berdamai dengan Allah dan jikalau Anda belum hidup sesuai dengan firman-Nya. Tujuan hidup kita bukan menjadi kaya tetapi menjadi serupa dengan Tuhan Yesus.
3.HATI yang TEGUH.
Yesaya 26:33
“Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya.”
Hal ketiga yang penting untuk damai sejahtera kita adalah hati kita harus tetap teguh. Ada orang kelihatan fisiknya kuat tetapi rohnya lemah, tidak punya keteguhan di dalam hati. Orang yang seperti ini gampang disesatkan, gampang diombang-ambingkan.
Seseorang tidak punya keteguhan hati kalau dia tidak kuat di dalam pengajaaran tetapi sebaliknya kalau orang itu kuat di dalam pengajaran maka orang itu tidak akan mudah melepaskan pengajaran itu dan dia akan memiliki hati yang teguh.
Kita harus berdiri teguh, teguh dalam komitmen, teguh dalam pelayanan, teguh dalam panggilan, teguh dalam penderitaan (Galatia 5:1).
4.TURUTI keinginan ROH.
Roma 8:6
“Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.”
Hal terakhir yang penting untuk damai sejahtera kita adalah turutilah keinginan roh. Dalam hati kita ada dua macam keinginan ada keinginan yang baik dan ada pula keinginan yang tidak baik, tergantung dari kita mau memilih yang mana. Untuk memilih antara satu kita memang harus bergumul.
Untuk kita bisa memilih keinginan roh atau keinginan yang baik maka kita harus memiliki keteguhan hati, supaya kita bisa memiliki keteguhan hati maka kita harus berakar dengan firman Tuhan, supaya kita bisa berakar dari firman Tuhan maka terlebih dahulu kita harus hidup berdamai dengan Allah. Kalau Anda belum berdamai dengan Tuhan maka Anda tidak dapat tahan dalam pengajaran.
Kalau keempat hal ini tidak diperhatikan maka musuh kita akan datang menyerang kita. Mari kita belajar mengerti lawatan Tuhan. Kalau Tuhan melawat kita, bukalah hati saudara. Amin!
Rabu, 01 Oktober 2008
Rahasia Damai Sejahtera
Posted by
SB. Susanto
at
19:41
Labels: Khotbah Gembala
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)


0 comments:
Poskan Komentar