
Jika Anda ingin mengalami terobosan dalam hidup dan ingin meraih keberhasilan sebagai murid-murid Tuhan, maka Anda dan saya tidak cukup hanya memiliki pengetahuan tetapi harus memiliki sikap dan gaya hidup yang benar.
Mempunyai gelar kesarjanaan tidak menjamin akan meraih kesuksesan. Lihat, berapa banyak saat ini para sarjana yang menganggur di negeri kita? Mereka gagal mendapatkan pekerjaan bukan karena kurang pintar secara akademis melainkan karena banyak di antara mereka yang tidak memiliki kepintaran dalam bersikap..
Survei mengatakan bahwa komponen kesuksesan ditentukan dari 85% attitude / sikap dan 15% aknowledge / pengetahuan.
Apa yang kita dengarkan itu akan menghasilkan aknowledge sedangkan apa yang kita lakukan itu akan menghasilkan sikap. Begitu pula dengan firman Allah yang hanya kita dengarkan, hal itu tidak akan mendatangkan perubahan melainkan hanya menambah pengetahuan saja, tetapi jika firman Allah yang kita dengarkan kemudian kita lakukan, maka akan mendatangkan perubahan dalam sikap hidup kita.
Pilihan ada pada Anda dan saya: mau berubah atau tidak, itu tergantung bagaimana respon kita. Jika kita hanya menjadi pendengar, maka tidak akan terjadi perubahan apapun, tetapi jika taati apa yang kita dengar, sudah pasti akan mendatangkan perubahan dalam hidup kita.
Apa saja sikap hidup yang akan menolong Anda dan saya untuk meraih keberhasilan?
1. Ketekunan
Ibrani 10:36
“Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.”
Ketekunan merupakan sikap pertama yang harus kita miliki agar kita dapat meraih kesuksesan, baik dalam rumah tangga, pekerjaan maupun dalam pelayanan.
Thomas Alfa Edison, penemu lampu pijar, pada mulanya dianggap bodoh oleh gurunya, sehingga d i a dikeluarkan dari sekolahnya. ibunya memutuskan untuk mengajari sendiri anaknya, karena tak ada sekolah yang mau menerimanya.
Berkat ketekunan ibunya dalam mengajar dan juga berkat ketekunan Thomas Alfa Edison dalam belajar dan bereksperimen, ia berhasil menemukan lampu pijar. Penemuan yang dipatenkannya tercatat sebanyak 1.093 buah. Berapa kali dia gagal? 9.998 kali!
Harland Sanders, adalah pendiri dan owner dari Kentucky Fried Chicken. D i a sukses membangun bisnisnya bukan dengan kepintaran akademis/aknowledge melainkan d e n g a n kepintaran sikap/attitude. Dia memulai bisnisnya di usia 66 tahun. Pensiunan angkatan darat dari negara adidaya ini tidak memiliki uang sepeser pun kecuali dari tunjangan hari tuanya, yang semakin menipis. Dia memiliki keahlian dalam memasak, lantas dia tawarkan resep masakannya ke lebih dari 1.000 restoran di negaranya. Akhirnya restoran yang ke-1008 menerima resepnya tersebut. Berkat ketekunannya, sekarang KFC menjadi salah satu perusahaan waralaba terbesar di dunia.
Jadi, jangan pernah berhenti dalam mencoba dan jangan pernah menyerah terhadap kegagalan. Teruslah mencoba sampai Anda meraih impian Anda. Ingat, ketekunan akan mendatangkan perubahan dalam hidup Anda.
2. Kejujuran
Amsal 14:11
“Rumah orang fasik akan musnah, tetapi kemah orang jujur akan mekar.”
Sikap kedua yang wajib kita miliki yaitu: kejujuran. Tanpa kejujuran Anda tidak akan pernah meraih kesuksesan yang sejati. Kejujuran akan membuat Anda “mekar” atau berkembang. Jika Anda ingin berkembang dalam pekerjaan dan pelayanan maka Anda dan saya harus hidup dalam kejujuran. Jauhkan tipu daya dan kebohongan dari dalam kehidupan Anda!
Singkirkan semua kecurangan dari dalam kehidupan Anda, maka Anda pasti akan menemukan dan meraih masa depan Anda!
Ir. Ciputra, adalah sosok anak bangsa yang sukses dengan bisnisnya. Ia merupakan pengusaha y a n g berada di belakang pendirian tiga group bisnis properti terkemuka di tanah air. Yakni Grup Jaya, Grup Metropolitan, dan Grup Ciputra. Salah satu proyeknya yang terkenal adalah Ancol.
Ir. Ciputra merupakan alumni SMA Negeri Manado sampai dengan kelas 1 lalu melanjutkan ke SMA Don Bosco M a n a d o untuk kelas 2 dan 3. Rahasia kesuksesan menurutnya adalah: berkat Tuhan, memiliki Visi, Misi & Strategi yang tepat, kerja keras, adil, jujur, aktif dan selalu inovasi.
Ciputra yang dilahirkan di Parigi, Sulawesi Tengah itu di masa kecilnya mengalami banyak kesukaran. Usia 12 tahun, ia sudah menjadi anak yatim. Setiap hari ia harus sekolah dengan berjalan kaki sejauh 7 kilo meter, tetapi berkat ketekunan dan kejujurannya, saat ini menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia.
3. Kesetiaan
Amsal 19:22
“Sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya; lebih baik orang miskin dari pada seorang pembohong.”
Sikap ketiga y a n g harus kita miliki agar kita dapat meraih apa yang kita impikan adalah:kesetiaan. Kesetiaan merupakan m o d a l untuk meraih sesuatu yang lebih besar dari apa yang sudah kita raih.
Matius 25:21
Maka kata tuannya itu kepadanya: “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.”
Alkitab mengajarkan kepada kita kalau kita setia dengan perkara yang kecil maka Tuhan akan memberikan tanggung jawab dalam perkara yang lebih besar. Jangan pernah mengharapkan hasil yang lebih besar jika Anda tidak setia dengan hal-hal yang kecil.
Ingat, ketekunan, kejujuran dan kesetiaan merupakan sikap atau karakter yang akan akan membawa Anda untuk meraih kesuksesan serta menopang Anda untuk mempertahankan kesuksesan. Amin.
“Charisma can bring you to the top, but Character can sustain you on the top.”
Senin, 29 September 2008
Aknowledge vs Attitude
Posted by
SB. Susanto
at
19:48
0
comments
Labels: Khotbah Gembala
Sabtu, 20 September 2008
Tiga Langkah Mengatasi Kesusahan
Kesusahan datang tanpa memandang status sosial, kaya atau miskin. Kesusahan datang tanpa memandang jabatan atau kedudukan seseorang. Tuhan bisa pakai kesusahan untuk membuat kita semakin mengenal siapa DIA.
Seringkali Tuhan pakai kesusahan atau penderitaan sebagai sarana untuk kita semakin mengenal jalan-jalan-Nya.
Pilihan ada pada kita, “Apakah kesusahan yang kita alami membuat kita lebih mendekat dan mengenal Tuhan serta mengerti kehendak Tuhan ataukah semakin membuat kita jauh dari Tuhan?”
Ingat, kesusahan akan datang pada setiap manusia. Semua orang akan mengalami kesusahan meskipun jenis kesusahannya berbeda-beda.
I Petrus 5:9
“Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.”
Suatu saat kita akan mengalami kesulitan atau penderitaan karena salah satu karunia yang Tuhan berikan kepada setiap murid-Nya yaitu karunia untuk menderita.
Filipi 1:29
“ Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia.”
Jadi, setiap pengikut Tuhan akan menerima karunia untuk menderita. Apa gunanya? Bukan supaya kita selamat, karena untuk selamat, Yesus yang menderita bagi kita. Penderitaan yang kita alami tujuannya agar kita memperoleh mahkota dan kemuliaan dari Tuhan. Anda tidak akan pernah memperoleh kemuliaan jika Anda menolak kesusahan dan penderitaan.
Nah, sekarang bagaimana cara mengatasi kesusahan?
1. Kita dibentuk melalui kesusahan.
“ Kamu sendiri tahu, bahwa kita ditentukan untuk itu...”
Jadi, Anda dan saya ditentukan untuk mengalami kesusahan. Bahkan dunia tempat kita hidup ini merupakan tempat kesusahan (Yohanes 16:33). Kesadaran kita akan kebenaran ini akan menolong kita untuk dapat mengatasi kesusahan dalam hidup kita.
Tuhan ijinkan kesusahan datang bukan tanpa maksud. Selalu ada tujuan dari Tuhan setiap kali kita mengalami kesusahan.
Kata “ditentukan” Yunani: “keimai” yang artinya: dibuat atau dibentuk. Itu berarti lewat kesusahan kita sedang dibentuk oleh Tuhan. Dia membentuk karakter Ilahi dalam diri kita melalui kesusahan.
Kesusahan itu Karunia!
I Petrus 2:19
“Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.”
Suatu saat Tuhan akan ijinkan kita menderita karena Tuhan sedang membentuk karakter-Nya di dalam diri kita. Contoh yang baik mengenai kesusahan adalah Ayub. Dia mengalami kesusahan yang hebat dalam hidupnya. Dia menderita bukan karena kesalahannya melainkan karena Tuhan bermaksud memberikan karakter-Nya di dalam diri Ayub.
Karakter apa yang Tuhan mau berikan? Karakter kesabaran dan ketekunan.
Kesusahan karena Kesalahan!
I Petrus 2:20
“Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa?”
Lukas 15:11-23 mencatat ada seorang anak bungsu yang mengalami kesusahan dalam hidupnya karena kesalahannya sendiri.
Dikisahkan, ia menuntut apa yang menjadi haknya kepada ayahnya. Setelah memperoleh harta warisan, ia pergi ke tempat yang jauh dari rumah ayahnya dan dia habiskan seluruh hartanya. Lantas ia jatuh melarat dan susah hidupnya.
Apa kesalahan anak bungsu ini sampai hidupnya mengalami kesusahan?
Menuntut hak dan meninggalkan rumah bapanya. Setelah jauh dari rumah bapanya, ia mengalami kesusahan (Luk 15:14-16).
Menuntut hak merupakan awal kejatuhan dari anak bungsu ini. Jika Anda selalu menuntut hak, hati-hati, itulah awal dari sebuah bencana.
Sebaliknya, pemulihan terjadi setelah Yesus menyerahkan hak-Nya sebagai Anak Allah. Dia tidak mempertahankan kesetaraan-Nya dengan Allah sebagai hak milik-Nya (Fil 2:6).
Mari kita belajar menyerahkan hak kita seperti yang dicontohkan oleh Tuhan Yesus agar kita bebas dari rasa sakit hati dan amarah. Kenapa banyak orang yang mudah tersinggung dan tersandung ketika tidak memperoleh penghargaan dari orang lain?
Seseorang gampang tersinggung karena belum menyerahkan haknya kepada Tuhan. Saya mau beritahu Anda, orang mau hargai atau tidak mau hargai, kita tetap berharga di mata Tuhan.
Seperti selembar uang lima puluh ribu yang kita remas-remas, kita buang ke tanah lalu kita injak-injak, nilainya tidak berkurang. Begitu pula dengan hidup kita. Perkataan dan perlakuan orang terhadap kita tidak mengurangi nilai kita di mata Tuhan.
2. Berdoa dengan Kesungguhan
I Tesalonika 3:10
”Siang malam kami berdoa sungguh-sungguh, supaya kita bertemu muka dengan muka dan menambahkan apa yang masih kurang pada imanmu.”
Cara kedua untuk mengatasi kesusahan yaitu dengan berdoa sungguh-sungguh. Kesungguhan dalam doa seringkali kita tunjukkan dengan cara berlutut bahkan tersungkur. Nah, iblis tidak akan bisa menjatuhkan orang yang suka berlutut apalagi tersungkur atau tiarap.
Dalam peperangan, tentara yang berdiri kemungkinan tertembak lebih besar dari pada tentara yang tiarap.
Apa yang menjadi kesusahan Anda saat ini? Berdoalah dengan kesungguhan hati Anda, maka Allah akan memberikan jalan keluar.
3. Berpuasa dengan Benar
Yoel 2:12
"Tetapi sekarang juga," demikianlah firman TUHAN, "berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh.
Ada masalah-masalah yang tidak bisa kita atasi hanya dengan doa, perlu kita hadapi dengan puasa seperti pada jaman nabi Yoel. Mereka mengalami kesusahan. Persediaan makanan mereka sudah habis, tabungan (lumbung-lumbung) mereka kosong. Keadaan yang sulit itu mereka hadapi dengan puasa sehingga Tuhan kembali memberkati mereka (Yoel 2:14).
Kata “puasa”, Ibrani:”tsoom” artinya: tutup mulut. Yunani: “nesteuo” artinya: tidak bersuara. Kesimpulannya, puasa itu bukan hanya menahan lapar dan haus secara jasmani tetapi juga menahan mulut kita dari kejahatan. Melatih mulut kita untuk tidak berdusta dan tidak berbuat dosa.
Kebenaran ini akan sangat menolong Anda untuk bisa mengatasi setiap kesusahan yang datang apabila Anda dengan sungguh-sungguh melakukannya. Ingat, ketaatan kita akan mendatangkan berkat dalam hidup Anda dan saya. Amin.
Posted by
SB. Susanto
at
06:48
0
comments
Labels: Khotbah Gembala
Senin, 15 September 2008
Anniversary 37th Petra Makassar
Akkarena Beach Makassar
Tarik teruuuussss...
Staf Misi VS Staf Petra Pusat
Selamat... selamat TIM Pria Misi Menang... bagi dong hadiahnya...!!!

Posted by
SB. Susanto
at
22:01
0
comments
Labels: Gallery Photos
Sabtu, 13 September 2008
Kekuatan Evaluasi Diri

Setiap orang memiliki potensi dan kemampuan yang luar biasa. Namun dibutuhkan waktu panjang untuk mencapai semua hal yang mampu dikerjakan. Sayangnya, manusia hanya punya satu kesempatan saja dalam hidup ini karena waktu terus berjalan dan tak bisa kembali.
Penyesalan terjadi karena salah langkah atau keliru dalam bertindak. Manusia yang jatuh dalam kesalahan yang sama karena gagal belajar dari sebuah pengalaman. Adapula yang terjebak dalam trauma dan sulit bangkit kembali untuk mengembangkan diri.
Evaluasi berarti menguji kembali semua yang telah dilakukan, sekaligus membuat antisipasi dan sikap mawas diri terhadap hal yang mungkin terjadi. Sikap evaluasi diri berarti menyadari bahwa mungkin Anda tidak mampu mengontrol situasi di sekitar, namun Anda bisa memberdayakan diri sendiri seoptimal mungkin.
Mengapa kita perlu mengevaluasi diri?
1. Untuk mengetahui posisi saat ini.
Ada sebuah kisah, seekor ulat kecil sedang memanjat pohon ceri yang tinggi. Pohon yang sangat rimbun membuat ulat kecil kesulitan mencari buahnya. Burung-burung di udara mengejek ulat kecil itu yang susah payah memanjat pohon ceri yang belum berbuah. Dengan tenang si ulat menjawab,” Saat aku tiba di puncaknya, maka aku akan menemukan buah ceri yang matang dan ranum.” Evaluasi diri adalah cara untuk mengetahui dengan tepat kemampuan dan kondisi tantangan yang harus dihadapi. Sehingga target dan sasaran dapat diraih dengan sukes.
2. Agar menemukan momentum yang tepat untuk memacu diri.
Evaluasi biasanya dilakukan dalam periode waktu tertentu. Beberapa perusahaan mengadakan evaluasi setiap tahun. Namun untuk mengantisipasi perubahan yang lebih cepat, saat ini evaluasi lebih sering dilakukan setiap tiga atau empat bulan. Sama seperti diri Anda, evaluasi pribadi secara rutin membuat Anda tanggap dalam bertindak dan mengambil keputusan yang tepat di momen yang tepat.
3. Untuk memetik hikmah dan mengantisipasi keadaan.
Kesalahan dan kegagalan adalah milik semua orang. Anda mungkin merasa kecewa dan menyesal mengapa semua ini dapat terjadi. Namun dengan evaluasi diri, Anda dapat memetik pelajaran yang sangat berharga yang tidak dapat dibeli dan tidak tergantikan. Semua pengalaman Anda, sukses maupun gagal, merupakan aset yang tidak ternilai harganya.
Cara mengembangkan sikap evaluasi diri:
1. Mengenal karakter pribadi.
Mengenal karakter pribadi berarti ada sifat-sifat yang harus dipahami, di balik semua keadaan fisik dan kebiasaan yang nampak dari luar. Kenali potensi, bakat dan minat serta kekuatan dan kelemahan pribadi Anda. Juga respon dan sikap Anda ketika menghadapi tekanan dan masalah. Kenali juga gaya komunikasi, sikap terhadap lingkungan sosial, kinerja, kepemimpinan, pola pikir, emosi, daya tahan mental dan lain-lain. Semakin Anda mengenal karakter pribadi, semakin mudah Anda mengevaluasi diri sendiri.
2. Membangun sikap obyektif.
Nicky Cruz yang hidup di lingkungan kumuh di sebuah kota, tumbuh menjadi seorang penjahat. Ia menganggap apa yang dilakukannya adalah hal yang lazim. Pergaulan dan lingkungan yang buruk dapat merusak kebiasaan yang baik. Banyak mitos dan pandangan yang keliru atau pengaruh negatif lingkungan membuat Anda menjadi subyektif bahkan kurang rasional. Seperti Nicky Cruz, namun akhirnya ia mengalami pencerahan dan pemulihan. Nilai-nilai yang benar membuat Anda mampu untuk bertindak obyektif yang dapat menjadi pegangan dan standar yang benar untuk bisa mengevaluasi diri dengan baik.
3. Melatih kemampuan untuk menimbang dan memahami.
Dalam doanya kepada Tuhan, Raja Salomo tidak meminta kekayaan maupun kejayaan, melainkan hati yang dapat menimbang dan memahami. Ada pepatah mengatakan, kemudaan adalah kebodohan. Kurang pengalaman mungkin adalah kendala terbesar dalam meraih sukses. Tapi dengan mengevaluasi diri, Anda bisa mengantisipasi situasi yang akan dihadapi dan dapat menggandakan potensi dan kemampuan.
Sumber:Jakoep Ezra, MBA, CBA
Character Specialist - www.PowerCharacter.com
Posted by
SB. Susanto
at
14:33
0
comments
Labels: Artikel
Tetap Fokus

"Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku."
Menurut penelitian, hanya ada sekitar 11% orang di dunia ini yang secara alamiah mampu untuk bersikap fokus. Selebihnya cenderung mudah terpengaruh dan seringkali tidak persisten pada tujuan semula.
Mungkin ada orang yang memiliki tekad yang kuat, namun ternyata kurang tekun. Adapula yang tekun tapi sayangnya mudah terpengaruh. Bahkan ada orang yang sangat flamboyant, yang mudah sekali beralih perhatian, dan cepat mengalihkan perhatian pada hal-hal yang baru.
Perhatian yang terpecah dapat menggagalkan pencapaian tujuan. Tanpa sadar pencapaian target tertunda, mengalami stagnasi, atau bahkan bisa menyimpang dari tujuan semula. Bukan situasi yang menguntungkan bagi seorang karyawan seperti Anda.
Apa saja penghalang untuk tetap fokus ?
1. Kehilangan motivasi.
Ada sebuah kisah nyata tentang seorang pria yang kehilangan motivasi. Ia sangat pandai hingga mendapat beasiswa master di luar negeri bahkan dicalonkan sebagai kandidat doktoral. Namun setelah sebuah penelitiannya ditolak oleh dosen, ia menjadi frustrasi, kehilangan motivasi dan gagal untuk tetap fokus dengan cita-citanya. Stress berkepanjangan yang dialaminya mengakibatkan gangguan jiwa. Sungguh tragis,akhirnya ia ditemukan meninggal karena diare setelah berhari-hari mengunci diri dalam kamarnya.
2. Mudah terpengaruh.
Manusia punya sepasang mata, tapi hanya satu fokus. Itulah keajaiban penciptaan. Bayangkan jika setiap bola mata memiliki fokusnya sendiri atau pandangan yang bias. Seperti mata faset serangga yang punya banyak pantulan. Anda akan berjalan kesana kemari dan menabrak dinding karena pengaruh pandangan tadi. Akan sulit menyelesaikan sesuatu hingga tuntas jika Anda kehilangan fokus. Hanya sekitar 20 % hal-hal dalam diri pribadi yang mempengaruhi fokus, selebihnya merupakan pengaruh eksternal.
3. Kurang tekun.
Sikap persisten merupakan perpaduan antara kegigihan dan ketekunan. Banyak hal yang bisa membuat ketekunan dan fokus hilang. Bosan, jenuh dengan rutinitas bahkan selalu berada di zona nyaman atau rasa puas diri, seringkali membuat fokus menjadi kabur. Karena manusia cenderung mengejar yang diinginkan bukan yang seharusnya dicapai. Anda sering terjebak pada proses dan tidak bersikap konsisten pada tujuan yang harus diraih. Kehilangan fokus juga berarti menyia-nyiakan banyak waktu dan kesempatan yang ada di hadapan Anda.
Melatih diri untuk tetap bersikap fokus
1. Mengembangkan penguasaan diri.
Dalam dunia militer, sniper adalah seorang penembak jitu. Mereka biasanya ditugaskan untuk suatu operasi khusus yang menuntut keahlian menembak secara rahasia. Dengan target, sekali tembakan harus tepat sasaran. Hal utama bagi sniper ialah fokus, memiliki konsentrasi maksimal dan penguasaan diri yang prima. Mengarahkan pandangan pada sasaran dan mengabaikan hal-hal yang dapat mengalihkan perhatian. Demikian juga dalam menjalankan pekerjaan Anda, disiplin dan penguasaan diri membuat Anda fokus dan efisien dalam menyelesaikan pekerjaan.
2. Membangun ketekunan.
Sejarah mengenal Abraham Lincoln. Kegagalan demi kegagalan tidak membuatnya menyerah dan kehilangan tujuan. Puncaknya di tahun 1832 ketika ia menjadi seorang pengangguran. Namun semangat yang tinggi dan ketekunannya untuk bisa mengabdikan diri pada bangsa dan negaranya, membuat ia akhirnya berhasil terpilih sebagai presiden Amerika Serikat di tahun 1860. Hasrat yang kuat menciptakan peluangnya sendiri. Ketekunan akan menemukan jalannya pada akhirnya. Itulah fokus pada sasaran.
3. Membuat target pencapaian.
Apa tujuan yang ingin Anda raih? Buatlah perencanaan dan target pencapaian agar tujuan dapat dicapai dengan lebih efisien dan efektif. Target merupakan anak tangga menuju pencapaian sasaran secara terarah dan terukur. Membuat target memacu Anda untuk tetap fokus pada sasaran. Sikap fokus dimiliki oleh para peraih yang berhasil, semua orang yang sukses dan menjadi ahli di bidangnya. Fokus adalah jembatan keberhasilan.
Sumber: Jakoep Ezra, MBA, CBA
Character Specialist - www.PowerCharacter.com
Posted by
SB. Susanto
at
14:18
0
comments
Labels: Artikel
Kamis, 11 September 2008
Mengapa Harus Berdoa?
“ Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!”
Roma 12:12
Salah satu hal yang terpenting dalam hidup kekristenan kita adalah doa. Tetapi yang menjadi pertanyaan bukan apakah kita masih berdoa melainkan apakah kita bertekun dalam doa. Banyak orang kristen yang berdoa tetapi sedikit yang mau bertekun dalam doa.
Dalam Lukas 18 TUHAN Yesus menegaskan bahwa doa itu merupakan suatu keharusan dan mesti dilakukan dengan tidak jemu-jemu (tekun). Seringkali kita baru berdoa satu minggu atau satu bulan sudah bosan. Makanya tidak heran kalau kita tidak menerima apa yang kita minta kepada TUHAN, kita tidak menemukan apa yang kita cari dalam doa dan juga pintu tidak dibukakan saat kita kita mengetok.
Ada dua syarat dalam perumpamaan yang diberikan oleh TUHAN Yesus dalam Lukas 18:1-8 supaya doa-doa kita dikabulkan. Yang pertama kita harus berdoa dengan tekun (ayat 1) dan yang kedua kita harus berdoa dengan iman (ayat 8). Jika kita sudah tekun dalam doa tetapi tidak disertai dengan iman maka doa-doa kita akan kandas di tengah jalan. Begitu juga kalau kita berdoa dengan iman tetapi tidak disertai dengan ketekunan maka bisa saja kita tidak jadi menerima apa yang telah kita minta.
Mengapa kita harus berdoa dengan tidak jemu-jemu? Seberapa pentingkah manfaat doa itu dalam hidup kita? Apa akibatnya apabila kita tidak berdoa ?
KUNCI KEKUATAN ROHANI
“ Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”
Lukas 21:36
Pada zaman akhir ini supaya kita kuat menghadapi godaan (pesta pora, kemabukan dan keinginan duniawi) kita harus tekun dalam doa. Bahkan Injil Markus 14:38 menuliskan supaya kita tidak jatuh ke dalam pencobaan kita harus berdoa! Jadi sebelum pencobaan datang kita harus lebih dulu berdoa supaya kita kuat dan tidak jatuh saat berada dalam pencobaan. Karena itu berdoalah dengan tekun mulai dari sekarang jangan tunggu pencobaan datang baru berdoa.
Kekuatan rohani kita tidak ditentukan dari berapa banyak jam kita habiskan dalam pelayanan tetapi ditentukan dari berapa banyak jam kita habiskan dalam menanti-nantikan TUHAN (Yes 40:31). Dimana menantikan TUHAN? Dalam doa!
KUNCI KEMENANGAN
Keluaran 17:8-15
Ingat, hidup kekristenan bukanlah sebuah permainan tetapi peperangan. Dan salah satu cara untuk bisa menang dalam peperangan adalah melalui doa.
Suatu ketika orang Israel berhadapan dengan orang Amalek dalam satu pertempuran yang sengit di Rafidim (Kel 17:8-15).
Dalam ayat 13 dikatakan Yosua berhasil mengalahkan Amalek dengan mata pedang. Tetapi sesungguhnya kemenangan mereka tidak ditentukan dengan mata pedang tetapi karena doa Musa di atas puncak bukit.
“ Dan terjadilah , apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek.”
Kel 17:11
Dari ayat ini kita tahu bahwa kemenangan Yosua tidak ditentukan dengan mata pedangnya tetapi ditentukan dengan doa Musa di atas puncak bukit. Ketika Musa mengangkat tangan pedang Yosua menjadi tajam dan berhasil mengalahkan musuh tetapi jika Musa turun tangan pedang Yosua menjadi tumpul dan dia gagal dalam peperangan!
Demikian juga kemenangan kita tidak ditentukan dari keahlian / talenta yang kita miliki tetapi ditentukan oleh doa dan penyerahan diri kita kepada Allah. Keahlian dan talenta kita akan tumpul jika kita tidak hidup dalam doa dan penyerahan diri kepada Allah.
KUNCI PERTUMBUHAN JEMAAT
Kis 2:41-47
Yang menyebabkan pertumbuhan gereja/jemaat bukanlah programnya yang mantap atau liturginya yang rapi. Juga tidak ditentukan dari musiknya yang canggih dengan penyanyi dan musisi yang handal. Tetapi ditentukan oleh doa-doa yang naik seperti asap dupa yang berbau harum dari gereja yang bersangkutan.
Jemaat mula-mula bertumbuh dengan luar biasa karena mereka tekun dalam doa. Dalam waktu yang singkat gereja mula-mula melahirkan petobat-petobat yang baru bahkan jumlah orang percaya terus bertambah dari waktu ke waktu. Mengapa hal itu bisa terjadi? Ya, itu terjadi karena mereka tekun dalam doa !
Gereja yang tidak berdoa akan menjadi gereja yang mandul. Tidak bisa melahirkan petobat-petobat yang baru. Tetapi gereja yang tekun dalam doa akan mematahkan roh kemandulan itu.
Apa yang menyebabkan Hanna yang mandul itu bisa melahirkan anak? Jawabannya hanya satu, ketekunannya dalam doa dari tahun ke tahun (I Sam 1:1-28). Karena tekun dalam doa akhirnya Hanna melahirkan Samuel yang kemudian menjadi berkat bagi seluruh bangsa Israel.
Mari kita berdoa supaya kita menjadi gereja yang melahirkan jiwa-jiwa. Gereja yang yang menjadi berkat bagi keluarga, kota dan bangsa. Patahkanlah roh kemandulan itu dengan doa-doa Anda !
Ingat : DOA merupakan Kunci Kekuatan, Kemenangan dan Pertumbuhan.
Posted by
SB. Susanto
at
10:58
0
comments
Labels: Khotbah Gembala
Penghalang Doa
“ Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.”
Matius 7: 7-8
Ada seorang ibu mengeluh perihal doa-doanya yang sudah lama dinaikkan kepada Allah tetapi belum juga mendapat jawaban dari TUHAN. Lantas si ibu ini mulai putus asa. Setiap hari sungutan dan omelan menghiasi bibirnya, si ibu ini berkata: “ Firman Tuhan mengatakan, mintalah maka akan diberikan kepadamu. Saya sudah bertahun-tahun meminta, koq sampai sekarang Tuhan tidak berikan kepada saya ?”
Mungkin Anda seperti si ibu di atas yang sudah sekian lama berdoa kepada Tuhan tetapi tidak kunjung mendapat jawaban. Satu hal yang Anda harus lakukan: Periksa kehidupan Anda! Mungkin ada penghalang yang menyebabkan Anda belum mendapatkan jawaban atas doa-doa Anda. Perlu Anda ketahui, sesungguhnya Bapa memiliki kerinduan yang teramat besar untuk menjawab setiap seruan dan tangisan serta doa-doa Anda. Tetapi manakala Dia mau memberikan apa yang Anda minta, ternyata ada sesuatu yang menghalangi sehingga jawaban TUHAN itu tidak sampai kepada kita.
Hari ini mari kita periksa apa saja yang menjadi penghalang dan penyebab doa-doa kita tidak memperoleh jawaban.
KARENA ADA DOSA
“ Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.”
Yesaya 59:2
Dosa menyebabkan Anda terpisah dari Allah dan menyebab- kan seruan dan doa Anda tidak mendapat tanggapan dari Allah. Selama Anda terus tinggal di dalam dosa dan tidak segera membereskan pelanggaran Anda dengan TUHAN maka selama itu pula Allah tidak akan mendengarkan semua permintaan Anda.
Anda ingat raja SAUL ? Dia hidup di dalam pelanggaran dan ketidak taatan terhadap hukum-hukum Allah. Akibatnya dia harus terpisah dari Allah dan doa-doanya tidak di dengar oleh TUHAN. Dalam I Samuel 28 dikisahkan ketika Saul terjepit dalam peperangan melawan orang Filistin. Di sana Saul berdoa kepada TUHAN, tetapi TUHAN tidak memberikan jawaban apapun kepadanya karena Saul menyimpan dosa dan pelanggaran.
“ Ketika Saul melihat tentara Filistin itu, maka takutlah ia dan hatinya sangat gemetar. Dan Saul bertanya kepada TUHAN, tetapi TUHAN tidak menjawab dia, baik dengan mimpi, baik dengan Urim, baik dengan perantaraan para nabi.”
I Samuel 28:5-6
Jika Anda hendak meminta sesuatu kepada Allah, periksalah lebih dulu kehidupan Anda. Apabila ada kesalahan yang telah Anda perbuat, segera bereskan dan perdamaikan dengan Allah, jika tidak, kesalahan Anda akan menjadi penghalang doa-doa Anda sehingga Anda tidak mendapatkan apa yang Anda minta.
KARENA TIDAK PERCAYA
“ Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian kemari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.”
Yakobus 1:6-7
Penghalang kedua yang menyebabkan doa-doa kita tidak dijawab oleh Tuhan adalah kebimbangan dan ketidakperca-yaan. Setelah hubungan kita dengan Tuhan beres, apapun
yang kita minta kepadaNya jika kita percaya, Tuhan akan memberikan kepada kita (Markus 11:24). Sebaliknya jika kita ragu-ragu, ayat di atas mengatakan bahwa kita tidak akan mendapatkan apa-apa dari Tuhan.
Ingatkah Anda, Ibrani 3:19 menuliskan : Sebagian besar bangsa Israel tidak bisa masuk negeri Perjanjian karena ketidak percayaan mereka. Demikian pula Tuhan Yesus tidak banyak mengadakan mujizat di tempat asalNya karena ketidakpercayaan mereka (Matius 13:58). Jika Anda ingin masuk ke dalam pusat rencana Allah dan ingin merasakan mujizatNya maka Anda harus benar-benar mempercayai Allah dan firmanNya.
KARENA MOTIVASI SALAH
“ Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.”
Yakobus 4:3
Jika permintaan Anda hanya untuk memenuhi kepentingan Anda sendiri dan hanya untuk memuaskan hawa nafsu Anda maka jangan salahkan TUHAN jika permintaan Anda tidak dikabulkan oleh TUHAN. Karena Allah menghendaki apa saja yang Anda minta dan doakan tujuannya untuk kemuliaanNya.
Untuk itu periksalah apa motivasi Anda meminta sesuatu kepada TUHAN. Apakah untuk nama TUHAN atau hanya untuk nama Anda sendiri. Untuk kemuliaan TUHAN atau untuk kemuliaan Anda sendiri. Ingatlah, hawa nafsu dan kepentingan diri sendiri akan menghalangi doa-doa Anda !
KARENA TIDAK BIJAKSANA
“ Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan istrimu, sebagai kaum yang lebih lemah ! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.”
1 Petrus 3:7
Penyebab ke empat mengapa doa-doa Anda terhalang adalah apabila Anda tidak hidup bijaksana dengan pasangan Anda.
Jika dalam rumah tangga Anda tidak ada keharmonisan, setiap hari terjadi percekcokan dan pertengkaran. Suami tidak mengasihi istri sebaliknya istri tidak tunduk terhadap suami, selalu membantah dan melawan. Maka pastilah doa-doa yang dinaikkan ke hadirat Allah akan kehilangan kuasa. TUHAN sangat memperhatikan kehidupan nikah suami istri, karena hubungan suami istri merupakan gambaran hubungan Kristus (Mempelai Pria) dan jemaat (Mempelai Wanita). Untuk itu jagalah hubungan nikah Anda agar doa-doa Anda dijawab oleh TUHAN !
Akhirnya, maju terus dalam TUHAN dan bertumbuhlah dalam Firman dan kasih karuniaNya serta : PERIKSALAH SENANTIASA HIDUP ANDA !!!
Amin.
Posted by
SB. Susanto
at
10:56
0
comments
Labels: Khotbah Gembala
Senin, 08 September 2008
Tujuh Langkah Mencapai Potensi Maksimal
Tidak ada seorangpun yang mau kehilangan masa depan mereka. Setiap orang pasti ingin sukses dalam membangun hari depannya baik dalam keluarga maupun dalam pekerjaan. Masa depan bukan sesuatu yang kita tunggui di depan televisi melainkan harus kita bangun setiap hari. Orang yang berhasil bukan orang yang menunggu pekerjaan melainkan orang yang mencari pekerjaan.
Tulisan John Osteen di bawah ini mudah-mudahan dapat memberikan inspirasi kepada Anda.
Ada 7 langkah agar kita mencapai potensi hidup yang maksimal :
1. Langkah pertama adalah perluas wawasan.
Anda harus memandang kehidupan ini dengan mata iman, pandanglah dirimu sedang melesat ke level yang lebih tinggi.Anda harus memiliki gambaran mental yang jelas tentang apa yang akan Anda raih.Gambaran ini harus menjadi bagian dari dirimu, didalam benakmu, dalam percakapanmu,meresap ke pikiran alam bawah sadarmu, dalamperbuatanmu dan dalam setiap aspek kehidupanmu.
2. Langkah ke dua adalah mengembangkan gambar diri yang sehat.
Itu artinya Anda harusmelandasi gambar dirimu diatas apa yang Tuhan katakan tentang Anda. Keberhasilanmu meraih tujuan sangat tergantung pada bagaimana Anda memandang dirimu sendiri dan apa yang Anda rasakan tentang dirimu. Sebab hal itu akan menentukan tingkat kepercayaan diri Anda dalam bertindak. Fakta menyatakan bahwa Anda tidak akan pernah melesat lebih tinggi dari apa yang Anda bayangkan mengenai dirimu sendiri.
3. Langkah ke tiga adalah temukan kekuatan dibalik pikiran dan perkataanmu.
Target utama serangan musuh adalah pikiranmu. Ia tahu sekiranya ia berhasil mengendalikan dan memanipulasi apa yang Anda pikirkan, maka ia akan berhasil mengendalikan dan memanipulasi seluruh kehidupanmu.
Pikiran menentukan prilaku, sikap dan gambar diri. Pikiran menentukan tujuan.
Alkitab memperingatkan kita untuk senantiasa menjaga pikiran.
4. Langkah ke empat adalah lepaskan masa lalu, biarkanlah ia pergi...
Anda mungkin saja telah kehilangan segala yang tidak seorangpun patut mengalaminya dalam hidup ini. Jika Anda ingin hidup berkemenangan , Anda tidak boleh memakai trauma masa lalu sebagai dalih untuk membuat pilihan-pilihan yang buruk saat ini. Anda harus berani tidak menjadikan masa lalu sebagai alasan atas sikap burukmu selama ini, atau membenarkan tindakanmu untuk tidak mengampuni seseorang.
5. Langkah ke lima adalah temukan kekuatan di dalam keadaan yang paling buruk sekalipun
Kita harus bersikap :" Saya boleh saja terjatuh beberapa kali dalam hidup ini, tetapi saya tidak akan terus tinggal dibawah sana." Kita semua menghadapi tantangan dalam hidup ini . Kita semua pasti mengalami hal-hal yang datang menyerang kita. Kita boleh saja dijatuhkan dari luar, tetapi kunci untuk hidup berkemenangan adalah belajar bagaimana untuk bangkit lagi dari dalam.
6. Langkah ke enam adalah memberi dengan sukacita.
Salah satu tantangan terbesar yang kita hadapi adalah godaan untuk hidup mementingkan diri sendiri. Sebab kita tahu bahwa Tuhan memang menginginkan yang terbaik buat kita,Ia ingin kita makmur, menikmati kemurahanNya dan banyak lagi yang Ia sediakan buat kita, namun kadang kita lupa dan terjebak dalam prilaku mementingkan diri sendiri. Sesungguhnya kita akan mengalami lebih banyak sukacita dari yang pernah dibayangkan apabila kita mau berbagi hidup dengan orang lain.
7. Langkah ke tujuh adalah memilih untuk berbahagia hari ini.
Anda tidak harus menunggu sampai semua persoalanmu terselesaikan. Anda tidak harus menunda kebahagiaan sampai Anda mencapai semua sasaranmu. Tuhan ingin Anda berbahagia apapun kondisimu,sekarang juga !
(Dikutip dari : Mencapai potensi hidup yang maksimal by Joel Osteen)
Posted by
SB. Susanto
at
21:04
0
comments
Labels: Artikel
Kemerdekaan Sejati

Enam puluh tiga tahun negeri kita hidup dalam kemerdekaan sebagai sebuah bangsa. Kemerdekaan yang diperjuangkan oleh para pendiri bangsa ini sungguh merupakan suatu anugerah yang patut kita syukuri.
Bangsa kita memang telah merdeka tetapi masih banyak anak bangsa yang hidup dalam belenggu. Baik belenggu kemiskinan maupun belenggu ketidakadilan. Semua belenggu itu sebetulnya akibat karena manusia tidak mau dilepaskan dari belenggu dosa.
Tuhan Yesus datang ke dunia dengan tujuan untuk memberikan kebebasan kepada umat manusia.
Galatia 5:1
“Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.”
Kata “merdeka” Yunani: “eleutheria” yang artinya bebas secara moral. Memang bangsa kita sudah enam puluh tiga tahun merdeka, tetapi masih banyak orang yang moralnya masih terbelenggu. Bahkan tidak sedikit pejabat-pejabat negara yang moralnya dibelenggu oleh dosa. Lihat di layar televisi hampir setiap hari ada kasus pejabat yang ditangkap oleh KPK karena kasus korupsi.
Malahan ada usulan dari KPK agar para pejabat yang diduga korupsi mengenakan pakaian khusus pada waktu mereka disidang. Tujuannya untuk apa? Mereka katakan agar ada efek jera secara moral. Ini merupakan hukuman secara moral agar para koruptor jera dan tidak mengulangi perbuatan yang memalukan itu. Hasilnya bagaimana? Lihat saja n a n t i karena semakin hari semakin banyak saja pejabat yang terjerat kasus korupsi. Bukan hanya pejabat eksekutif tetapi juga para anggota dewan yang terhormat yang duduk di lembaga legislatif dan yang lebih parah lagi yaitu mereka para pejabat yudikatif yang seharusnya menegakkan hukum dan keadilan justru mereka yang ditangkap karena kasus suap dsb.
Kemerdekaan menuntut kita untuk melakukan tiga hal:
1. Berdiri teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.
Galatia 5:1b
“...karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.”
Iblis berusaha untuk kembali menjajah hidup kita agar kita jauh dari kasih karunia Allah. Dengan berbagai macam cara dia berusaha untuk menaruh kuk perhambaan di tengkuk kita.
Tiga macam kuk:
•Kuk Perhambaan (kuk dosa)
Dosa akan menyebabkan seseorang hidup dalam perhambaan.
Ratapan 1:14
“ Segala pelanggaranku adalah kuk yang berat, suatu jalinan yang dibuat tangan Tuhan, yang ditaruh di atas tengkukku, sehingga melumpuhkan kekuatanku; Tuhan telah menyerahkan aku ke tangan orang-orang, yang tidak dapat kutentangi.”
Kuk perhambaan akan membuat hidup Anda terasa berat. Sebab itu singkirkan semua dosa dari dalam kehidupan Anda. Ijinkan Tuhan Yesus membebaskan Anda dari semua kuk dosa!
•Kuk Penderitaan
Kuk penderitaan ini datang apabila kita menyia-nyiakan kasih karunia Allah dalam hidup kita. Anda ingat bagaimana Esau menyia-nyiakan kasih karunia Allah?
Kejadian 27:40
Lalu Ishak, ayahnya, menjawabnya:
"Sesungguhnya tempat kediamanmu akan jauh dari tanah-tanah gemuk di bumi dan jauh dari embun dari langit di atas. Engkau akan hidup dari pedangmu dan engkau akan menjadi hamba adikmu. Tetapi akan terjadi kelak, apabila engkau berusaha sungguh-sungguh, maka engkau akan melemparkan kuk itu dari tengkukmu."
Jadi Esau mengalami banyak kesusahan dan penderitaan karena memandang rendah hak kesulungannya.
•Kuk Pelayanan
Matius 11:29
“ Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."
Kata “kuk” disini Yunani: ”zugos” artinya bergandengan seperti sepasang suami isteri. Jadi, setiap kita diberikan kuk pelayanan oleh Tuhan agar kita melayani dengan kesatuan seperti dua ekor lembu yang siap membajak.
KUK Besi
Bangsa Israel dikenakan kuk besi yang berat di tengkuk mereka karena mereka tidak melayani dengan segenap hati. Mereka melayani tetapi hatinya terpaksa.
Ulangan 28:47
"Karena engkau tidak mau menjadi hamba kepada TUHAN, Allahmu, dengan sukacita dan gembira hati walaupun kelimpahan akan segala-galanya, maka dengan menanggung lapar dan haus, dengan telanjang dan kekurangan akan segala-galanya engkau akan menjadi hamba kepada musuh yang akan disuruh TUHAN melawan engkau. Ia akan membebankan kuk besi ke atas tengkukmu, sampai engkau dipunahkan-Nya.”
Pertanyaannya bukan apakah Anda masih melayani tetapi apakah Anda melayani dengan segenap hati dan dengan sukacita? Beban yang Tuhan berikan akan menjadi ringan apabila Anda lakukan dengan sukacita. 2. Saling melayani dalam kasih
Galatia 5:13
“ Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.”
Setelah kita dipanggil untuk dimerdekakan maka kita harus melayani satu dengan yang lain sebagai keluarga Allah di dalam kasih. Tuhan menghendaki kita saling melayani bukan saling melemahkan atau saling menjatuhkan.
3. Hidup sebagai Hamba Allah
I Petrus 2:16
“ Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.”
Hal ketiga yang perlu kita lakukan setelah kita dimerdekakan yaitu kita harus hidup sebagai hamba Allah.
Apa yang dituntut dari seorang hamba Allah?
•Hidup dalam Pengudusan
Roma 6:22
“ Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal.”
•Takut akan TUHAN
Maleakhi 1:6
Seorang anak menghormati bapanya dan seorang hamba menghormati tuannya. Jika Aku ini bapa, di manakah hormat yang kepada-Ku itu? Jika Aku ini tuan, di manakah takut yang kepada-Ku itu? firman TUHAN semesta alam kepada kamu, hai para imam yang menghina nama-Ku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menghina nama-Mu?"
Setiap orang yang telah ditebus oleh darah Yesus adalah hamba Tuhan. Sebagai seorang hamba maka kita harus takut akan Tuhan (Tuan) kita.
Akhirnya, pertahankan kemerdekaan yang telah Tuhan berikan, berapapun harganya.
Amin.
Posted by
SB. Susanto
at
19:25
0
comments
Labels: Khotbah Gembala
Tujuan Pencobaan
Bacaan : I Korintus 10:11-13
“ Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.”
I Korintus 10:13
Apa yang dituliskan sebagai contoh dan peringatan bagi kita? Untuk mengetahui hal itu Anda perlu membaca I Korintus 10:1-10. Di sana Anda akan menemukan 6 macam penghalang untuk bisa masuk ke tanah Perjanjian. Enam penghalang itu adalah: Keinginan yang jahat – Penyembahan berhala – Pesta pora – Percabulan – mencobai Tuhan – Bersungut-sungut. Ke enam hal ini menjadi penyebab sebagian besar bangsa Israel tidak bisa masuk ke tanah Perjanjian.
Hati-hati!
Tanah perjanjian menggambarkan suatu tempat di mana janji-janji Allah digenapi dalam kehidupan kita. Baik dalam pribadi maupun keluarga, pekerjaan maupun pelayanan kita. Tetapi I Korintus 10:12 mengingatkan kepada kita untuk berhati-hati agar tidak jatuh ke dalam kesalahan yang sama yang seperti bangsa Israel telah lakukan.
Iblis memang sudah kalah, tetapi kita harus berhati-hati, karena jerat dan jebakan yang telah dipasang oleh iblis masih banyak bertebaran di sekeliling kita, ibarat sisa-sisa ranjau yang terpasang di medan peperangan. Anda tentu pernah mendengar bahkan melihat berita-berita di media massa yang mengisahkan tentang orang-orang yang tewas mengenaskan karena menginjak ranjau sisa perang dunia ke II. Untuk itu, hati-hatilah Anda melangkah di tahun 2003 ini, jangan sampai Anda terkena ranjau setan. Ke 6 hal di atas merupakan ranjau yang berbahaya.
Pencobaan
Saat ini kita sudah berada di tahun 2003. Kita tidak tahu tantangan dan pencobaan apa yang sedang menghadang langkah kita. Tetapi satu hal kita tahu bahwa pencobaan itu bukan pencobaan yang luar biasa melainkan pencobaan yang biasa (I Korintus 10:13).
Apa tujuan Tuhan mengijinkan kita masuk ke dalam pencobaan?
Untuk Menunjukkan Siapa Kita Yang Sebenarnya
“ …dan mencobai engkau untuk mengetahui apa
yang ada dalam hatimu…”
Ulangan 8:2
Tuhan mengijinkan bangsa Israel mengalami pencobaan di padang gurun dengan tujuan untuk mengetahui dan mengungkapkan apa yang ada di dalam hati mereka. Pencobaan Tuhan pakai untuk menunjukkan siapa mereka. Waktu mereka lapar, bagaimana reaksi mereka? Waktu mereka haus, bagaimana reaksi mereka? Nah, reaksi mereka pada waktu mereka dicobai, itulah mereka yang sesungguhnya. Ternyata mereka tukang bersungut dan tukang bertengkar . Silahkan baca: Kel 17:1-7, Bil 11:4.
Demikian pula dengan kita. Pencobaan yang kita alami Tuhan pakai untuk menunjukkan siapa kita yang sebenarnya. Reaksi kita pada waktu kita dicobai, itulah kita. Keaslian seseorang nampak pada saat orang itu masuk ke dalam pencobaan. Saudara tidak bisa melihat keaslian saya pada saat saya ada di mimbar. Tetapi keaslian saya nampak pada saat saya sedang dicobai. Keaslian saya kelihatan pada saat saya dicaci maki, dituduh atau difitnah orang. Reaksi saya bagaimana? Reaksi saya, itulah saya. Saya balas memaki atau saya berdiam diri, itulah saya.
Untuk Mendidik dan Mengajar Kita
“...bahwa TUHAN, Allahmu, mengajari engkau seperti seseorang mengajari anaknya...”
Ulangan 8:5b
Tujuan berikutnya dari pencobaan adalah untuk mendidik dan mengajar kita. Ulangan 32:11 menuliskan, seperti induk rajawali mengajari anak-anaknya untuk terbang, demikian pula Tuhan mengajari kita agar menjadi orang-orang yang dewasa di dalam Dia. Pertama, induk rajawali itu menggoyang-bangkitkan isi sarangnya. Untuk apa? Supaya anak rajawali itu keluar dari rasa nyaman di dalam sarang. Ketika anak rajawali itu hendak jatuh ke tanah, induknya langsung menampung dengan sayapnya yang kokoh. Demikian ulang berulang dia melatih anaknya untuk terbang. Ngeri memang bagi anak rajawali, tetapi itulah cara satu-satunya agar dia bisa terbang seperti induknya.
Pencobaan mengajar dan melatih kita agar kita bertumbuh menjadi dewasa. Dewasa dalam hal apa?
Dewasa dalam IMAN
Kapan Tuhan mendewasakan iman kita? Pada saat kita mengalami krisis. Iman kita akan bertumbuh menjadi dewasa pada saat kita berhadapan dengan kemustahilan. Iman kita akan bertumbuh pada saat kita menghadapi tantangan yang lebih besar serta kebutuhan yang lebih besar.
Dewasa Dalam PENGHARAPAN
Tuhan akan mendewasakan pengharapan kita pada saat kita sedang putus asa. Tuhan akan mengijinkan orang-orang yang berjanji akan menolong Anda, mereka tidak menepati janjinya, supaya anda tidak berharap kepada manusia, melainkan supaya Anda berharap penuh kepada Tuhan.
Dewasa dalam KASIH
Jika ada orang membenci Anda, itulah saatnya Anda bertumbuh di dalam kasih. Kasih Anda tidak akan menjadi dewasa jika Anda hanya mengasihi orang yang mengasihi Anda. Tetapi kasih anda akan menjadi dewasa apabila Anda bisa mengasihi orang-orang yang memusuhi dan membenci Anda.
Untuk Memurnikan dan Menyucikan kita
“ Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak...”
Maleakhi 3:3
Tujuan ketiga dari pencobaan adalah untuk menyucikan dan memurnikan. Tuhan mau melalui pencobaan, hati kita disucikan dan motivasi kita dalam melayani Dia dimurnikan. Kita ikut Tuhan dan melayani Tuhan karena berkat atau karena mengasihi Dia?
Cara Tuhan membersihkan Musa dari cara dan hikmat yang lama, yaitu melalui padang gurun (40 tahun di Midian). Kesombongannya karena merasa diri mampu dengan kekuatan Mesir, dan ketidaksabarannya dibersihkan oleh Tuhan di padang gurun Midian. Demikian pula jika kita masih menggunakan cara-cara yang lama, hikmat yang lama, maka Tuhan akan membersihkan semua yang lama itu melalui pencobaan.
Tuhan Memberikan Jalan Keluar
Tuhan berjanji bahwa pencobaan yang kita alami tidak akan melebihi kekuatan kita. Seorang bapak pasti tahu kemampuan anaknya yang berumur 2 tahun. Tidak mungkin disuruh untuk memikul semen 1 sak. Begitu pula dengan Bapa di sorga, Dia tidak akan memberikan beban atau pencobaan yang melebihi kekuatan kita. Bahkan Dia akan memberikan jalan keluar bagi kita, sebab Dia setia. Tuhan tidak mengenal jalan buntu. Di dalam Dia selalu ada jalan keluar. Amien.
Posted by
SB. Susanto
at
19:14
0
comments
Labels: Khotbah Gembala
Rabu, 03 September 2008
Traveling: Singapore


1. Songs of The Sea, wow ... pertunjukan yang dahsyat... amazing!
2. Esplanade, gedung pertunjukan yang great banget!
3. Alpha Conference at St. Johns-St.Margareth's Church, Singapore
4. Berpose dengan saudara lain kandungan dari Aussie, he...he...he... (yang ini di Orchad Road)
Posted by
SB. Susanto
at
22:27
0
comments
Labels: Gallery Photos
Senin, 01 September 2008
Penguasaan Diri

Self Control
Tuhan menghendaki kita menjadi pemenang bahkan menjadi lebih dari pemenang. Kita tidak pernah bisa menjadi pemenang apabila tidak ada pertandingan atau peperangannya. Salah satu hal yang dapat mempengaruhi kita untuk meraih kemenangan yaitu self control atau penguasaan diri.
Penulis kitab Amsal berkata:
“ Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.”
Amsal 16:32
Penguasaan diri merupakan buah roh yang akan membawa kita menjadi lebih dari pemenang. Buah roh penguasaan diri tidak dihasilkan dalam satu malam. Untuk mendapatkan buah dibutuhkan suatu proses, yaitu proses menanam, menyiram dan bertumbuh.
“Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.”
Galatia 5:22-23
Penguasaan Diri
Dalam hal apa saja kita harus bisa menguasai diri?
1. Makanan
“Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.”
Roma 14:17
Kita membutuhkan makanan agar dapat bertahan hidup. Tetapi kalau tidak hati-hati makanan bisa mendatangkan masalah besar dalam hidup kalau kita tidak menguasai diri kita dalam hal makan.
Berapa banyak orang yang sakit dan menderita karena makanan? Makanan dapat menjebak kita. Karena makanan orang bisa berbuat dosa. Karena masalah perut orang bisa meninggalkan Tuhan.
Hawa dan buah terlarang
Manusia pertama jatuh karena jebakan iblis melalui makanan. Hawa jatuh ke dalam tipu daya iblis karena makanan (buah). Mereka kehilangan hubungan dengan Tuhan karena masalah makanan (Kej 3:1-7).
Esau dan Kacang Merah
Begitu pula dengan Esau. Anak sulung dari Ishak ini kehilangan hak kesulungan lantaran semangkok sup kacang merah.
Kata Esau kepada Yakub: "Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah." Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom.
Karena lelah Esau tidak bisa berpikir sehat. Dia jual hak kesulungannya demi semangkok makanan.
Apakah Anda lelah? Mungkin tubuh Anda tidak lelah tapi roh dan jiwa Anda yang lelah. Kelelahan dalam jiwa bisa menyebabkan seseorang kehilangan pikiran dan akal sehatnya sehingga dia jual kasih karunia Allah seperti Esau.
Esau jual anugerah Allah hanya karena ingin makan sup. Apa akibatnya bagi Esau? Dia menyesal dan menangisi apa yang sudah hilang.
“Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu.”
Kej 25:35
Bangsa Israel dan Kedagingan
Bangsa Israel juga punya pengalaman pahit lewat makanan. Suatu saat mereka bosan makan manna (roti yang turun dari sorga - gambaran firman Allah). Mereka ingin makan daging.
“Orang-orang bajingan yang ada di antara mereka kemasukan nafsu rakus; dan orang Israel pun menangislah pula serta berkata: "Siapakah yang akan memberi kita makan daging?”
Bilangan 11:4
Karena daging yang mereka makan akhirnya mereka mengalami kematian (Bil 11:33-34). Sebab itu jangan biarkan nafsu rakus menguasai diri kita agar tidak mengalami kematian. Doa Bapa Kami mengajarkan agar kita makan secukupnya (Matius 6:11).
2. Nafsu Seks
Hal kedua yang harus ada penguasaan diri yaitu dalam hal seks. Kita harus bisa menguasai nafsu seks kita. Jika tidak, kita akan dibawa ke dalam dunia kematian.
Ilegal Seks
Apa itu ilegal seks? Ilegal seks adalah hubugan seksual yang dilakukan secara tidak sah. Dilakukan secara sembunyi-sembunyi.
"Air curian manis, dan roti yang dimakan dengan sembunyi-sembunyi lezat rasanya." Tetapi orang itu tidak tahu, bahwa di sana ada arwah-arwah dan bahwa orang-orang yang diundangnya ada di dalam dunia orang mati.
Amsal 9:17-18
Ilegal seks pranikah, yaitu hubungan seks yang dilakukan sebelum menikah.
Bagi Anda orang-orang muda yang belum menikah, jangan biarkan dirimu dikuasai oleh nafsu seks sehingga Anda melakukan hubungan seks sebelum menikah.
Ilegal seks pascanikah, yaitu hubungan seks yang dilakukan diluar koridor pernikahan atau hubungan seks yang dilakukan oleh orang yang bukan suami atau isteri sahnya.
Ilegal seks pranikah maupun Ilegal seks pascanikah keduanya merupakan kekejian bagi Tuhan yang akan mendatangkan murka Allah. Sebab itu waspadalah, jangan Anda terjebak dengan dosa ini!
Mungkin waktu keluar dari rumah tidak ada niat dalam hati untuk berbuat zinah tetapi setelah jauh dari rumah, iblis memberikan kesempatan, karena tidak wapada akibatnya jatuh ke dalam dosa. Ingat, kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya tetapi karena ada kesempatan. Waspadalah...!!!
3. Emosi
Hal ketiga yang harus kita kuasai adalah emosi. Kalau kita tidak bisa menguasai emosi kita maka kita akan jatuh ke dalam jerat dosa.
Kain, jatuh ke dalam dosa pembunuhan karena tidak bisa mengendalikan emosinya setelah persembahannya ditolak oleh Tuhan sedangkan persembahan Habel diterima (Kej 4:3-8).
Raja Saul, berusaha membunuh Daud karena tidak bisa menguasai emosinya setelah Daud mendapatkan pujian dari umat Israel (I Sam 18:8).
Raja Uzia, juga dikuasai oleh roh amarah setelah ditegur oleh Imam Azarya karena dia melanggar ketetapan Tuhan. Dia bukan melawan Imam tetapi melawan Allah, akibatnya dia terkena kusta. Sampai hari matinya dia diasingkan jauh dari rumah Tuhan (II Taw 26:19-21).
Amarah dapat menghancurkan keluarga, karir bahkan masa depan. Sebab itu kuasai emosi Anda!
4. Uang
Terakhir, kita harus dapat mengendalikan diri kita dari cinta akan uang karena cinta uang merupakan akar segala kejahatan.
“ Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.
I Tim 6:10
Lihat, beberapa orang terjerat hutang, sebagian lagi mencuri (bahkan mencuri milik Tuhan seperti Yudas), yang lain tipu sini tipu sana dsb. Kenapa bisa? Ya, karena tidak bisa menguasai diri dalam hal uang.
Milikilah roh penguasaan diri!!!
Posted by
SB. Susanto
at
07:27
0
comments
Labels: Khotbah Gembala

