Kamis, 27 November 2008

Strong by Grace

II Timotius 2:1
" Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus."

Perjalanan hidup kekristenan kita harus makin lama makin kuat. Hari ini harus lebih kuat dibandingkan dengan hari kemarin. Besok harus lebih kuat daripada hari ini.

Menurut ayat di atas, apa yang membuat kita kuat? Jawabannya adalah kasih karunia Allah. Kalau sampai saat ini kita masih bisa ada sebagaimana kita ada, itu karena kasih karunia yang Tuhan berikan. Tanpa kasih karunia Allah, kita tidak mungkin seperti sekarang ini. Baik dalam usaha, pekerjaan maupun dalam pelayanan kita. Sebab itu mari kita pelihara kasih karunia yang Tuhan berikan kepada kita dan jangan kita sia-siakan.

Mengapa kita harus kuat?
Anda dan saya harus kuat karena Tuhan memposisikan diri kita sebagai seorang prajurit, olahragawan dan petani. Ketiga status ini membutuhkan kekuatan. Kita tidak akan bisa menjadi seorang prajurit yang baik apabila kita lemah. Kita juga tidak akan bisa mendapatkan mahkota juara jika kita tidak memiliki kesehatan dan kekuatan yang prima sebagai olahragawan. Sebagai petani, kita juga tidak akan bisa bekerja keras untuk memperoleh hasil kalau kita sakit-sakitan.

1. Sebagai Prajurit
II Timotius 2:3-4
“Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.”

Tuhan menempatkan kita sebagai seorang prajurit. Apa yang dituntut dari seorang prajurit?

a. Siap berjuang di medan perang

Tugas dari seorang prajurit yaitu berada di medan peperangan. Tahukah Anda bahwa setiap orang yang menjadi pengikut Yesus, sesungguhnya sedang berada di medan pertempuran?

Hidup kekristenan itu merupakan peperangan bukan permainan. Musuh kita bukan darah dan daging. Jadi selama yang kita hadapi itu masih ada darah dan dagingnya, mereka bukan musuh kita. Bahkan mereka yang suka menutup dan membakar gerejapun bukan musuh kita. Musuh kita adalah pemerintah atau penguasa kerajaan kegelapan.

Efesus 6:12
“ karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.”

Berapa lama kita harus berperang?
Wahyu 19:19
“Dan aku melihat binatang itu dan raja-raja di bumi serta tentara-tentara mereka telah berkumpul untuk melakukan peperangan melawan Penunggang kuda itu dan tentara-Nya.”

Anda dan saya berperang melawan tentara iblis sampai akhir jaman. Artinya, selama kita hidup di dunia, kita berada di medan perang. Peperangan yang paling sering kita hadapi adalah peperangan di dalam pikiran kita. Setiap detik iblis berusaha masuk dan mengendalikan pikiran kita. Jika ia berhasil mengendalikan pikiran kita, maka kita akan lebih mudah dikalahkan oleh iblis. Sebab itu kita harus jaga pikiran kita tetap bersih.

Supaya pikiran kita bersih sesuai dengan firman Allah, maka pikiran kita harus terbuka terhadap kebenaran. Itulah sebabnya kita membutuhkan pewahyuan dari Tuhan.

Kata “wahyu” Yunani: “apokalupto” artinya membuka pikiran. Itu berarti jika pikiran kita belum mendapatkan wahyu atau belum dibukakan, maka pikiran kita bisa menjadi liar dan tidak bisa dikendalikan. Penuh dengan kenajisan, kemarahan, kepahitan, kecurigaan dan sebagainya.

Amsal 29:18
Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.

b. Tidak pusing soal penghidupan
Seorang prajurit yang mau berperang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupan. Itu berarti, siap tidak mendapat makanan dan tidak mendapatkan tempat tidur.

c. Kenakan selengkap senjata
Jika mau menang dalam peperangan, seorang prajurit harus mengenakan perlengkapan senjata Allah (Efesus 6:10-18).

2. Sebagai Olahragawan
II Timotius 2:5
“Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga.”

Selain sebagai prajurit, Anda dan saya juga diposisikan oleh Tuhan sebagai seorang olahragawan. Apa yang harus dilakukan oleh seorang atlit?

Wajib mengikuti perlombaan - Ibr 12:1
Tuhan tidak mau Anda dan saya hanya jadi penonton atau pengamat pertandingan. Tuhan mewajibkan kita menjadi pelomba yang masuk ke arena pertandingan. Apa yang harus kita perhatikan sebelum berlomba?

a. Disiplin dalam latihan

Untuk dapat meraih mahkota juara dibutuhkan kedisiplinan dalam berlatih. Demikian pula dengan perlombaan rohani.

I Timotius 4:7b-8
“ Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.”

b. Jaga makanan

Seorang atlit harus menjaga makanannya. Tidak boleh sembarangan memasukkan makanan ke dalam perut. Pola makan harus teratur agar tubuh menjadi bugar, sehat dan kuat untuk dapat bertanding.

c. Taati peraturan olahraga
Dalam perlombaan, seorang atlit harus mentaati semua aturan, jika tidak akan terkena diskualifikasi atau dikeluarkan dari gelanggang pertandingan.

3. Sebagai Petani
II Timotius 2:5-6
“Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya.”

Selanjutnya, Tuhan memberikan kita status sebagai seorang petani. Seorang petani harus bekerja keras agar dapat menikmati hasil. Apa yang harus dilakukan oleh seorang petani agar dapat memperoleh hasil yang maksimal?

a. Membajak lahan
Sebelum menanam benih, Anda dan saya harus mempersiapkan lahan lebih dulu. Kalau mau menanam padi, maka sawah harus kita bajak lebih dulu.

b. Menabur atau menanam benih
Setelah lahan disiapkan, petani harus menanam benih. Tanpa benih yang ditanam, mustahil seorang petani akan memperoleh hasil. Jadi kalau Anda ingin menuai hasil, maka syaratnya Anda harus menabur. Sebab itu jangan semua dijadikan roti untuk dimakan tapi sisihkan juga sebagai benih untuk ditabur (II Kor 9:6-10).

c. Menanti dengan sabar

Yakobus 5:7
“Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.”

Seorang petani harus sabar menanti musim menuai. Ada musim untuk menanam dan ada musim untuk menuai. Sabarlah dalam menantikan janji-janji Tuhan karena DIA pasti menggenapi janji-Nya. Amin.

Read More..

Rabu, 12 November 2008

Wisata Tomohon

Tomohon adalah sebuah kota bunga yang terletak sekitar 28 KM dari kota Manado. Di kota ini terdapat dua buah gunung yang seringkali menjadi tujuan wisata alam, yaitu gunung Lokon dan gunung Mahawu. Di kota ini tersedia beberapa tempat penginapan berupa cottage dengan harga sewa yang cukup terjangkau.

Agrowisata Rurukan

Terdapat di sebelah timur Kota Tomohon, ke arah gunung Mahawu terdapat lokasi agrowisata, dengan hamparan kebun pertanian yang dikelola oleh penduduk setempat secara tradisional. Dengan peralatan sederhana lokasi pertanian ini terletak diantara lereng-lereng bukit yang dibuat bedengan-bedengan secara terasering, pada saat tanaman holtikultura ini mulai tumbuh, akan melahirkan pemandangan indah yang menyejukkan. Tempat ini juga berudara sejuk dan nyaman.

Amfitheater di Woloan

Di lokasi Woloan Tua (Kelurahan Woloan I) terdapat Amfitheater terbuka dengan pemandangan indah yang dijadikan tempat pertunjukkan tarian dan musik asli Minahasa serta acara khusus. Amfitheater ini dikelilingi oleh banyak waruga yang masih berada dalam posisi aslinya. Di tempat ini masih terdapat sekitar 100 waruga.

Bukit Doa "Mahawu"

Terdapat di lereng gunung Mahawu dari Desa Kakaskasen II, dibuat lokasi jalan salib serta di puncak terdapat Gereja. Lokasi ini baru selesai dibangun, dan telah diresmikan oleh Gubernur Sulut Drs SH Sarundajang dan diberkati oleh Uskup Manado Mgr Yosep Suwatan MSC. Banyak dikunjungi oleh pesiarah terutama di Bulan Oktober dan Bulan Mei.

Danau Linow
Danau kecil ini unik karena mengandung kadar belerang tinggi ini memiliki warna yang selalu berubah tergantung pada sudut pandang dan pencahayaan danau. Di sekitar danau ini terdapat satwa endemik berupa burung blibis dan serangga yang oleh penduduk setempat dinamakan "sayok" atau "komo". Serangga unik yang hidup di air tapi bersayap dan bisa terbang ini menjadi konsumsi penduduk setempat. Kadang-kadang terdengar kicauan burung-burung kecil dan burung putih besar yang melintasi danau.

Gunung Lokon
Terletak di sebelah barat dengan ketinggian 1.580 meter. Gunung berapi aktif yang luar biasa. Menyajikan panorama pegunungan dengan kawah yang begitu indah.

Waktu yang tepat untuk memulai perjalanan dari Kakaskasen, Tomohon adalah sekitar jam 7 pagi, dan dapat tiba di kawah pada saat udara pagi masih sejuk.

Gunung Mahawu

Berada berlawanan arah dengan Gunung Lokon, memiliki lereng yang cukup landai dengan ketinggian 1.311 meter. Memiliki pemandangan yang menakjubkan, dengan danau kawah berwarna hijau dengan kuning belerang.

Pembuatan Rumah Kayu Tradisional
Tempat pembuatan rumah kayu traditional yang menarik ini berada di desa Woloan. Rumah dengan menggunakan sistem knock-down ini dirancang untuk dapat dibongkar-pasang agar dapat dibawah untuk dibangun kembali di tempat yang diinginkan oleh pembeli.

Rumah Makan Tinoor

Dari Kawasan Rumah Makan Tomohon akan terlihat jelas hamparan kota Manado, serta teluk Manado yang dihiasi gugusan pulau Manado Tua, Bunaken, Siladen, Mantehage(sumber: www.kotatomohon.go.id)

Read More..

Perjalanan Wisata Ambon


Ambon, sebuah kota yang pernah menjadi pembicaraan dunia selama beberapa tahun karena kerusuhan bernuansa SARA. Tetapi saat ini Ambon kembali menjadi kota yang menarik untuk dikunjungi karena situasi yang sudah aman dan sangat kondusif baik bagi dunia usaha maupun wisata.

Kali ini untuk yang ketiga kalinya di tahun 2008 ini saya mengunjungi kota Ambon. Berangkat dari Manado pada tanggal 22 Oktober, saya transit satu hari di kota Makassar sambil menikmati kuliner kas Makassar (Palubasa – makanan wajib bagi saya setiap kali berkunjung ke Makassar). Tanggal 23 pagi saya bertolak ke Ambon dengan menumpang Sriwijaya Air (yang baru sebulan buka jalur penerbangan Jakarta – Makassar – Ambon). Tiba di Ambon jam 12.30 waktu setempat (WIT) satu jam lebih cepat dari Makassar.

Beberapa hari sebelum saya berangkat, sempat saya beritahu temann saya (Bro. Hentje Toisutta) bahwa saya akan datang ke Ambon. Puji Tuhan, teman saya yang pernah beberapa tahun tinggal di Manado ini berbaik hati dengan mengirimkan mobil jemputan untuk saya, bahkan saya juga disiapkan sebuah kamar yang sangat nyaman bak hotel berbintang di rumahnya yang memang didesign sangat apik (katanya sih isteri Bro. Hentje yang design) Wah, rumahnya sungguh “nice “ Ibu In. Makasih banyak untuk hospitalitynya!!!

Hari pertama, saya langsung diajak oleh teman saya mencicipi kuliner ikan bakar di RM. Istana Berkat. Hari kedua bersama Sdr. Yohanes (warga Kupang yang bertugas di Ambon) saya naik sepeda motor yang dipinjamkan oleh Bro. Hentje keliling kota Ambon. Masih terlihat bekas-bekas kerusuhan beberapa tahun yang lalu, tapi sebagian besar bangunan sudah direnovasi dan difungsikan kembali oleh pemiliknya.

Tiga puluh menit di dalam kota, saya teruskan menuju ke luar kota Ambon, tepatnya di Pantai Natsepa untuk mencicipi Rujak Manis Natsepa (wah, rujak Natsepa ini sudah terkenal ke seluruh Indonesia lewat sebuah liputan di salah satu stasiun TV Nasional). Dari layar TV pula saya tahu rujak Natsepa ini. Eehmm… rasa buah dan bumbu sambelnya terasa pas di lidah saya.

Sekitar 30 menit saya menikmati sea view pantai Natsepa, kemudian saya kembali ke kota Ambon. Begitu memasuki kota Ambon, hujan sempat membuat kami berdua basah. Tepat jam 12 siang saya dan Yohanes kembali ke RM. Istana Berkat untuk mencicipi Es Buah Segar yang menjadi salah satu andalan rumah makan ini. Harga satu gelas besar (mirip mangkok) 15 ribu rupiah. Memang sepadan dengan citarasanya. Saya juga pesan Mie Siram Canton Sea food. Yang ini rasanya biasa saja.

Pukul 13.30 siang saya kembali ke rumah untuk istirahat. Kepala agak pusing karena kena air hujan dan angin sewaktu pulang dari Natsepa.

Sore hari, kembali saya mengelilingi kota Ambon untuk mencari Ruko atau rumah yang bisa dikontrak. Pukul 19.30 saya coba menikmati makanan sari laut yang cukup banyak dibuka oleh Mas-Mas Jawa. Ayam goreng dan lalapan menjadi menu saya malam itu. Setelah kenyang pulang ke rumah.

Hari ke-3 di Ambon
Bersama dengan Yohanes yang terus menemani, saya kembali keliling kota Ambon untuk mencari kontrakan rumah atau ruko. Sebuah ruko berhasil saya dapatkan lewat iklan di Ambon Express. Survey dengan ownernya. Harganya kontrak pertahun lumayan mahal sekitar 55 juta dengan ukuran ruko 12m X 4m (3 lantai).

Kemudian jam 11.00 saya bertemu dengan Pak Marlon untuk melihat ruko yang lain lagi. Wah yang ini saya langsung jatuh hati. Ruko 3 lantai yang tidak jauh dari pusat kota Ambon ini sangat besar dengan ukuran 18m X 8 m dengan 5 kamar tidur. Harga? Wah, mahal juga untuk ukuran kota Ambon: 75 juta pertahun, atau kalau kontrak hanya lantai satu saja 40 juta pertahun. Ambil? Tunggu dulu, mesti confirm ke our leader dulu.

Jam 12.15 perut mulai terasa lapar. Putar-putar cari rumah makan. Akhirnya masuk di RM. Dedes (kembali nikmati ikan bakar dan PAPEDA bos!). Papeda (makanan dari sagu) ini menjadi salah satu kesukaan saya sejak beberapa tahun terakhir ini.

Hari ke-4 – kembali Makassar! Sampai jumpa di tujuan wisata selanjutnya.

Read More..
 
template by : uniQue  |    (c)2008 blog resmi gereja petra manado :  modified n created by;sb.susanto